Langsung ke konten
Bali Bali
News

Angka Kemiskinan Bali Terendah se-Indonesia, Tapi Koster Bilang Ini Belum Cukup

Giostanovlatto
Angka Kemiskinan Bali Terendah se-Indonesia, Tapi Koster Bilang Ini Belum Cukup

Laporan: Destarita Rahmawati

LambeTurahBali - Bali sering dianggap surga pariwisata. Tapi ternyata ada angka lain yang membuat provinsi ini juga jadi sorotan positif di level nasional.

Bali kini tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran terendah di seluruh Indonesia. Namun yang menarik, alih-alih merasa cukup dengan pencapaian ini, Gubernur Bali Wayan Koster justru menegaskan pemerintah tidak akan berhenti di titik ini.

Sudah Terendah, Tapi Belum Dianggap Cukup

Pernyataan ini disampaikan Koster usai mengikuti rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, posisi Bali sebagai provinsi dengan angka kemiskinan dan pengangguran terendah secara nasional bukan alasan untuk santai. Justru sebaliknya, capaian ini dijadikan pijakan untuk terus menekan angka tersebut sampai serendah mungkin.

"Untuk di Bali itu dari sisi angka paling rendah di Indonesia. Namun demikian, tetap kita upayakan supaya angka kemiskinan dan pengangguran itu mencapai angka yang serendah-rendahnya," ujar Koster.

Di sinilah letak yang menarik dari sikap ini. Banyak daerah cenderung berhenti berbenah begitu sudah unggul dibanding daerah lain, tapi Bali justru memilih pendekatan sebaliknya.

Pesan untuk Anak Muda, Jangan Lupakan Sejarah

Selain soal ekonomi, Koster juga menyempatkan diri menyampaikan pesan penting kepada generasi muda Bali.

Ia mengingatkan agar generasi muda tidak melupakan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan banyak hal demi kemerdekaan Indonesia.

"Harus selalu ingat jasa perjuangan para pahlawan kita. Jasmerah!" tegasnya.

Pesan senada juga disampaikan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, yang mendorong anak muda untuk memahami empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Dan kami yakin sekali bahwa anak muda kita sekarang ini sebagai generasi penerus bangsa itu sudah memahami betul. Dan semoga ke depan ini bisa mewarisi api perjuangan daripada para pendahulu bangsa kita," ungkap Giri Prasta.

PR Besar yang Masih Menanti Pemprov Bali

Meski sudah unggul di angka kemiskinan dan pengangguran, Giri Prasta mengakui masih ada sejumlah persoalan yang harus terus digarap.

Kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga persoalan pengelolaan sampah masuk dalam daftar prioritas yang menurutnya masih perlu diselesaikan dengan baik.

"Termasuk juga bagaimana penanganan sampah yang harus kita selesaikan dengan baik. Saya kira itu," imbuh mantan Bupati Badung dua periode ini.

Kehadiran Wisatawan Asing di Momen Kemerdekaan

Ada satu hal menarik lain yang turut jadi sorotan dalam perayaan HUT RI di Bali tahun ini.

Koster menanggapi kehadiran sejumlah warga negara asing dan perwakilan negara sahabat yang ikut menyaksikan rangkaian upacara kemerdekaan. Menurutnya, kehadiran perwakilan negara sahabat memang menjadi agenda rutin setiap tahun.

"Memang selalu diundang dari perwakilan negara sahabat setiap perayaan 17 Agustus," jelasnya.

Yang membuatnya lebih menarik, bukan cuma tamu undangan resmi, wisatawan asing yang kebetulan berada di Bali juga terlihat antusias menyaksikan suasana peringatan kemerdekaan.

"Bagus ya," kata Koster singkat, menanggapi antusiasme tersebut.

Dengan capaian ekonomi yang sudah terdepan secara nasional, ditambah semangat untuk terus berbenah di berbagai sektor, Bali tampaknya ingin membuktikan bahwa jadi yang terbaik bukan alasan untuk berhenti bekerja lebih keras lagi.

Berita Terkait