Langsung ke konten
Bali Bali
News

China Bakal Cari Air di Bulan, Robotnya Bisa Lompat-lompat ke Dalam Kawah Gelap Gulita

Giostanovlatto
China Bakal Cari Air di Bulan, Robotnya Bisa Lompat-lompat ke Dalam Kawah Gelap Gulita

LambeTurahBali - Dalam hitungan hari, China bakal meluncurkan misi paling ambisius yang pernah mereka kirim ke Bulan. Targetnya bukan cuma sekadar mendarat, tapi mencari sesuatu yang selama ini cuma jadi dugaan ilmuwan, air beku di kutub selatan Bulan.

Misi ini diberi nama Chang'e-7, dan akan diluncurkan menggunakan roket Long March 5 dari Wenchang Satellite Launch Center di Pulau Hainan, China.

Peluncuran Diperkirakan 24 Agustus

China Manned Space Engineering Office memang belum mengumumkan tanggal pasti. Tapi ada petunjuk menarik, pengumuman penutupan wilayah udara mengindikasikan jendela peluncuran bakal dibuka pada 24 Agustus.

Yang membuat misi ini istimewa, Chang'e-7 tidak berangkat sendirian. Ia membawa tiga "kru" robot sekaligus, robot pendarat, robot penjelajah, dan yang paling unik, robot pelompat alias "hopper".

Kenapa Harus Cari Air di Kawah yang Gelap Selamanya?

Salah satu lokasi kandidat pendaratan berada di dekat ujung kawah Shackleton, sebuah cekungan yang selalu ditutupi bayangan. Uniknya, tepian kawah ini justru hampir selalu diterangi sinar matahari.

Di sinilah letak logika ilmiahnya. Kawah-kawah di kutub selatan Bulan ini tidak pernah kena sinar matahari selama miliaran tahun. Ilmuwan menduga kondisi gelap abadi ini membuat kawah-kawah tersebut berfungsi seperti kulkas raksasa, mampu mengawetkan air dan senyawa organik yang kalau kena sinar matahari pasti sudah menguap sejak lama.

Suhunya pun ekstrem, bisa turun sampai minus 203 derajat Celsius, dikutip dari Reuters, Jumat (21/8/2026). Dingin yang justru jadi kunci kenapa lokasi ini dianggap ideal buat menyimpan bukti air.

China misi Chang'e-7 cari air Bulan

Robot Biasa Nggak Sanggup, Makanya Butuh Robot Pelompat

Masalahnya, medan di kawah Shackleton ini bukan medan yang ramah buat robot penjelajah biasa. Tepian kawahnya miring dan curam, bikin robot beroda kesulitan turun ke dasar kawah yang gelap gulita.

Solusinya, China menyiapkan robot hopper yang bisa melompat langsung ke dasar kawah. Robot ini dilengkapi alat khusus untuk menganalisis molekul air, plus enam mesin pendorong yang membawanya terjun ke area gelap tersebut.

Yang lebih canggih lagi, robot ini mendarat pakai enam kaki, dan bisa balik lagi ke permukaan buat isi ulang tenaga pakai sinar matahari. Jadi bukan sekali jalan saja, robot ini bisa bolak-balik masuk-keluar kawah untuk mengumpulkan data.

Menurut kantor berita China Xinhua, robot ini diperkirakan bakal melakukan setidaknya tiga kali lompatan ke dasar kawah sepanjang misi berlangsung.

Ini Bukan Sekadar Cari Air, Tapi Persiapan Astronot ke Bulan 2030

Data yang dikumpulkan Chang'e-7, ditambah misi penerusnya Chang'e-8 yang direncanakan meluncur 2029, bakal jadi bekal penting buat rencana besar China, mengirim astronot mendarat langsung di Bulan pada 2030.

Kedua misi ini sebenarnya cuma batu loncatan menuju cita-cita yang lebih besar, membangun stasiun penelitian permanen di Bulan.

Kalau misi ini berhasil menemukan bukti sumber air, tugas badan antariksa China bakal jauh lebih mudah ke depannya. Air itu bisa diolah jadi air minum, oksigen buat astronaut, bahkan bahan bakar roket, sehingga mereka tidak perlu repot-repot mengangkut semua kebutuhan itu langsung dari Bumi.

Misi pencarian air di Bulan ini pada akhirnya bukan cuma soal sains, tapi soal seberapa siap manusia untuk benar-benar "tinggal" di luar Bumi dalam beberapa tahun ke depan.

Berita Terkait