Langsung ke konten
Bali Bali
News

Dari Lima Jadi 14, Angka Korban Tewas Gempa Nagekeo Terus Naik di Empat Kabupaten

Giostanovlatto
Dari Lima Jadi 14, Angka Korban Tewas Gempa Nagekeo Terus Naik di Empat Kabupaten

LambeTurahBali - Angka korban gempa Nagekeo yang tadinya lima orang, ternyata belum final. Data terbaru menunjukkan jumlahnya melonjak jauh lebih tinggi.

14 Nyawa di Empat Kabupaten

Kepala Pelaksana BPBD NTT, Mahadin Sibarani, mengungkapkan data terbaru Pusdalops BPBD NTT mencatat 14 warga tewas akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo. Korban tersebar di empat kabupaten berbeda: Sikka, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Manggarai.

"Tiga orang meninggal di Kabupaten Sikka, Manggarai Barat satu orang, Manggarai Timur tiga orang, dan Manggarai enam orang," tulis Mahadin, Sabtu (15/8/2026).

Yang menarik, Manggarai justru mencatat jumlah korban tertinggi dengan enam orang, meski secara jarak wilayah ini tidak sedekat Sikka dengan pusat gempa. Ini menunjukkan tingkat kerusakan dan risiko korban jiwa tidak selalu berbanding lurus dengan kedekatan lokasi terhadap episenter, melainkan juga dipengaruhi kondisi bangunan dan kepadatan penduduk di masing-masing wilayah.

Bukan Cuma Korban Jiwa

Selain 14 korban tewas, BPBD turut mencatat belasan orang lainnya mengalami luka-luka. Kerusakan fisik juga meluas, mulai dari rumah warga, fasilitas publik, kampus, sekolah, hingga tempat ibadah di berbagai wilayah NTT.

Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari laporan bencana semacam ini: angka korban jiwa memang jadi sorotan utama, tapi kerusakan fasilitas pendidikan dan tempat ibadah punya dampak jangka panjang tersendiri, mulai dari terganggunya proses belajar mengajar hingga aktivitas keagamaan warga yang harus tertunda.

Penanganan Darurat di Rumah Sakit

BPBD melaporkan kondisi di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, di mana korban yang dirawat sempat dievakuasi sementara ke halaman rumah sakit sebagai langkah penanganan awal.

"Korban yang berada di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, telah dievakuasi sementara ke halaman rumah sakit sebagai upaya penanganan awal. Korban yang membutuhkan penanganan medis telah diberikan perawatan awal oleh tenaga kesehatan RSUD Aeramo," imbuh Mahadin.

Langkah evakuasi ke halaman rumah sakit ini kemungkinan besar diambil sebagai antisipasi terhadap gempa susulan, mengingat bangunan rumah sakit sendiri berpotensi mengalami kerusakan struktural yang belum sepenuhnya diperiksa.

Penyebab Ilmiah di Balik Guncangan Dahsyat

BMKG mengungkap gempa ini dipicu pergerakan sesar naik atau thrust fault dari aktivitas Sesar Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust), sebuah sumber gempa dangkal yang berpusat di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo.

Hingga pukul 08.45 WITA, BMKG mencatat sudah terjadi 44 kali gempa susulan di wilayah NTT, angka yang menunjukkan aktivitas sesar ini masih terus bergerak dan berpotensi menambah kerusakan maupun korban jika tidak diantisipasi dengan baik.

Dengan angka korban yang terus bertambah dan proses pendataan yang masih berjalan, publik perlu bersiap kemungkinan pembaruan data lebih lanjut dari BPBD NTT dalam beberapa jam ke depan.

Berita Terkait