Kabar Baik di Tengah Duka, Satu Nama di Daftar Korban Hilang KMP Putri Yasmin Ternyata Selamat
LambeTurahBali - Kadang manifes kapal tidak selalu mencerminkan siapa yang benar-benar ada di dalamnya saat kejadian. Kasus ini jadi buktinya, dan hasilnya justru membawa kabar baik di tengah pencarian yang masih berlangsung.
Nama di Manifes, Tapi Orangnya Sudah Lama Pulang
Kepala SAR Mataram Muhammad Hariyadi mengungkapkan satu dari lima nama yang sebelumnya masuk daftar korban hilang KMP Putri Yasmin, I Ratu Agung Sekar Ayu, ternyata dalam keadaan selamat dan sudah kembali ke rumahnya. Kabar ini datang langsung dari pihak keluarga yang melapor ke Posko SAR Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Jumat (14/8/2026).
"Kami mendapat informasi terkait dengan konfirmasi data korban yang lima. Atas nama Ratu Agung Sekar Ayu, pihak keluarga melaporkan ke posko bahwa sudah kembali ke rumah dalam keadaan selamat," kata Hariyadi di Pelabuhan Lembar.
Yang membuat kasus ini menarik, alasan namanya tercatat di manifes bukan karena kesalahan data, melainkan karena ia memang sempat membeli tiket KMP Putri Yasmin untuk keberangkatan 12 Agustus. Masalahnya, rencana itu berubah di tengah jalan.
Berangkat Lebih Awal, Data Belum Sempat Diperbarui
Ratu Agung ternyata memilih menyeberang lebih dulu pada Minggu (9/8), tiga hari sebelum KMP Putri Yasmin terbakar, menggunakan kapal berbeda bernama KMP Surya 777.
"Ternyata Ratu Agung ini tidak menyeberang menggunakan KMP Putri Yasmin di tanggal 12. Namun yang bersangkutan berangkat lebih awal. Dikarenakan daftar nama tercatat di manifes KMP Putri Yasmin, yang bersangkutan sempat membeli tiket KMP Putri Yasmin. Tapi ada perubahan, yang bersangkutan maju di tanggal 9 dengan menggunakan KMP Surya 777," jelas Hariyadi.
Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari kasus manifes kapal: perubahan jadwal keberangkatan tidak selalu langsung memperbarui data pembelian tiket sebelumnya, sehingga nama seseorang bisa saja masih tercatat di kapal yang sebenarnya tidak pernah ia naiki.
Empat Nama yang Masih Ditunggu Kabarnya
Dengan konfirmasi ini, jumlah korban yang masih dalam pencarian berkurang dari lima menjadi empat orang. Mereka yang masih dicari adalah Yasir Arafat asal Mataram, Selvina Rambu Mayi asal Sumba, I Made Sutarjana dan Slamet Yulianto, keduanya asal Bali.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden ini tetap satu orang, tidak mengalami perubahan.
"Kami berterima kasih kepada pihak keluarga, dan ada perubahan data terkait apa yang kami cari dari lima orang menjadi empat orang. Dan untuk korban meninggal tetap satu orang," tandas Hariyadi.
Pencarian Terus Berlanjut
Tim SAR akan melanjutkan proses pencarian terhadap empat korban yang tersisa. Kabar soal Ratu Agung ini setidaknya memberi sedikit harapan bagi keluarga korban lain yang masih menunggu, bahwa kepastian data terus diperbarui seiring proses verifikasi berjalan.
Publik kini menanti apakah kabar baik serupa juga akan datang untuk keempat nama yang masih dicari, di tengah upaya tim SAR yang terus bergerak menyisir perairan Sekotong.
Tag Terkait