Langsung ke konten
Bali Bali
News

Kebetulan Lewat, Raffi Ahmad Malah Bagikan Rp 1 Miliar untuk Korban Kebakaran Sade

Giostanovlatto
Kebetulan Lewat, Raffi Ahmad Malah Bagikan Rp 1 Miliar untuk Korban Kebakaran Sade

LambeTurahNews - Kadang bantuan terbesar justru datang dari yang paling tidak direncanakan. Raffi Ahmad hanya kebetulan lewat kawasan Lombok Tengah, tapi berakhir dengan donasi Rp 1 miliar untuk warga yang kehilangan segalanya.

Artis sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni ini datang ke Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Minggu (23/8/2026), bersama istrinya Nagita Slavina, Ariel Noah, Desta Mahendra, dan Gading Martin.

Bukan Kunjungan Terencana, Cuma Kebetulan Lewat Jalur Menuju Rinjani

Yang menarik, kunjungan ini sama sekali bukan agenda resmi. Raffi mengaku dirinya dan rombongan sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju Rinjani, kebetulan melewati kawasan Mandalika setelah menjalani acara di Mataram.

"Kami turut berduka cita. Kami mau ke Rinjani lewat sini, jadi kami mampir di sini," kata Raffi di Desa Adat Sade.

Ia bahkan sempat mencoba menghubungi Gubernur NTB, tapi tidak berhasil karena posisinya masih di Mataram. "Karena jalannya lewat sini, langsung ke sini. Tadi saya telepon Pak Gubernur, tapi Pak Gubernur lagi di Mataram. Nggak bisa ke sini," tuturnya.

Kalau dipikir-pikir, justru dari kunjungan yang tidak direncanakan inilah donasi sebesar Rp 1 miliar akhirnya sampai ke warga Sade, sebuah pengingat bahwa kepedulian kadang muncul di momen yang paling tidak terduga.

Raffi dan Rombongan Sempat Keliling Lihat Puing dan Sapa Anak-anak Korban

Sebelum menyerahkan bantuan, Raffi Ahmad dan rombongan menyempatkan diri berkeliling melihat langsung puing-puing sisa kebakaran dahsyat yang melanda kampung tersebut. Mereka juga menyapa anak-anak korban kebakaran di desa wisata itu.

Momen sederhana ini menunjukkan sisi lain dari kunjungan mereka, bukan sekadar seremoni serah terima bantuan, tapi juga interaksi langsung dengan warga yang sedang berjuang menghadapi kehilangan besar.

Lihat postingan di Instagram

Ketua Pokdarwis: Tidak Ada yang Kelaparan, Tapi Kehilangan Pekerjaan

Ketua Pokdarwis Desa Adat Sade, Sanah Ardinata, mengungkap kondisi terkini warga terdampak. Seluruh rumah adat di desa wisata ini ludes terbakar, tapi kabar baiknya, bantuan seperti makanan, selimut, dan tenda terus berdatangan.

"Tidak ada yang kedinginan dan kelaparan. Kami punya keluarga, kami bisa tinggal sementara di sana," kata Ardinata.

Meski kebutuhan dasar sementara teratasi lewat bantuan keluarga dan berbagai pihak, ada persoalan yang lebih besar mengintai di baliknya. Warga Desa Adat Sade selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas wisata di kampung tersebut, artinya kebakaran ini bukan cuma merenggut tempat tinggal, tapi juga sumber penghasilan mereka sehari-hari.

"Semoga Desa Adat Sade ini bisa dibangun kembali. Kami kehilangan rumah dan kehilangan lapangan pekerjaan. Yang mana kampung kami ini kampung desa adat yang tersisa di Pulau Lombok. Jadi ini adalah kebanggaan kami yang merupakan warisan leluhur," imbuhnya.

129 Rumah Ludes, Kampung Adat Tertua di Lombok Kini Rata dengan Tanah

Kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade pada Sabtu (22/8) malam ini menghanguskan 129 rumah adat. Penyebab kebakaran semakin parah karena rumah-rumah di sana menggunakan atap ilalang serta dinding bambu, material tradisional yang justru mudah tersulut api.

Kampung adat tertua di Lombok ini kini rata dengan tanah, sebuah kehilangan yang bukan cuma soal bangunan fisik, tapi juga warisan budaya Suku Sasak yang selama ini dilestarikan turun-temurun di Desa Sade.

Dengan donasi Rp 1 miliar dari Raffi Ahmad dan rombongan, plus bantuan yang terus berdatangan dari berbagai pihak, harapan warga Sade untuk membangun kembali kampung mereka kini punya modal awal yang cukup besar. Tapi seperti kata Ardinata, yang mereka butuhkan bukan cuma bantuan sesaat, melainkan pemulihan penuh yang bisa mengembalikan rumah sekaligus mata pencaharian mereka.

Berita Terkait