Lima Nama yang Masih Dicari di Selat Lombok, Satu di Antaranya Bos Resor Bintang Lima
LambeTurahBali - Dari 217 orang yang tercatat naik kapal itu, 212 sudah dievakuasi hidup-hidup. Lima nama lainnya sampai sekarang belum ditemukan, dan salah satunya adalah sosok yang namanya cukup dikenal di industri perhotelan Bali.
Siapa Saja yang Masih Dicari
Berdasarkan manifes yang dilaporkan ke Pos SAR Pelabuhan Lembar, ada lima orang yang belum ditemukan sejak KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Sekotong, Lombok Barat, Rabu dini hari. Mereka adalah Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar.
Yang membuat kasus ini menarik perhatian lebih luas, salah satu nama itu adalah I Made Sutarjana, Presiden Komisaris PT Widja Putra Karya, perusahaan yang menaungi The Oberoi Beach Resort Bali di Seminyak dan The Oberoi Beach Resort Lombok. Kepala Kantor SAR Mataram Muhammad Hariyadi membenarkan Sutarjana tercatat dalam manifes, bersama tiga korban lain yang juga belum ditemukan.
"Informasinya begitu. Dia termasuk ke dalam data manifes," kata Hariyadi.
Menariknya, dari lima nama itu, hanya empat yang tercatat resmi di manifes penumpang. Satu lagi diketahui berdasarkan laporan suaminya yang selamat.
Video Terakhir Sebelum Sinyal Putus
Di balik data dan manifes, ada cerita yang jauh lebih personal. Selvina Rambu Mayi, perempuan asal Sumba Barat berusia 29 tahun, sedianya menuju kampung halaman untuk mengurus pernikahan adatnya sendiri. Ia berangkat bersama calon suami, yang belakangan diketahui berhasil selamat.
Saat kepanikan melanda kapal, Selvina sempat mengirim video ke grup WhatsApp keluarga, mengabarkan situasi di dalam kapal dan meminta didoakan karena hendak melompat ke laut bersama penumpang lain. Sepupunya, Feri, baru melihat video itu keesokan paginya, saat nomor Selvina sudah tidak bisa dihubungi sama sekali.
Kakaknya, Delsi, menyebut Selvina sebagai tulang punggung keluarga. Keduanya kini menunggu di dua tempat berbeda, Feri di Padangbai dan keluarga lain di Pelabuhan Lembar, berharap ada kabar baik yang datang.
Kenapa Tiga Hari Pertama Sangat Menentukan
Pencarian sempat dihentikan sementara pada Kamis pukul 17.00 Wita dan akan dilanjutkan Jumat pagi pukul 07.00 Wita. Sekitar 50 personel gabungan dari Lombok dan Bali dikerahkan, lengkap dengan dua kapal SAR, dua unit Rigid Inflatable Boat, dan dua helikopter, menyisir arah barat daya lokasi kebakaran serta pulau-pulau kecil di sekitar Sekotong.
Hariyadi menyebut Jumat ini sebagai hari ketiga sejak insiden, yang dalam istilah SAR dikenal sebagai golden time, periode paling krusial saat peluang menemukan korban selamat masih terbuka.
"Golden time ini adalah kemungkinan-kemungkinan korban masih bisa diselamatkan," jelasnya.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda dari penyisiran laut maupun udara. Tim SAR juga menyebarkan imbauan ke kapal-kapal yang melintas di Selat Lombok agar segera melapor jika menemukan korban.
Bagi keluarga yang masih menunggu di posko Lembar dan Padangbai, setiap jam yang berlalu terasa berbeda maknanya. Pencarian pagi ini akan menjadi penentu, apakah kabar yang datang membawa harapan atau justru kepastian yang berat untuk diterima.
Tag Terkait