Plot Twist! Tiga WNA yang Diduga Israel Ternyata Masuk Bali Pakai Paspor Bulgaria
LambeTurahBali - Kasus pengusiran tiga WNA dari gym Ubud ternyata menyimpan twist yang bikin banyak orang harus mikir ulang. Yang tadinya ramai dibahas sebagai isu warga Israel dan IDF, ternyata soal kewarganegaraannya jauh lebih rumit dari yang terlihat di video.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar kini tengah memburu keberadaan tiga WNA tersebut, setelah menemukan fakta yang cukup mengejutkan soal identitas mereka.
Lahir di Israel, Tapi Masuk Bali Pakai Paspor Bulgaria
Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Ida Bagus Made Suandita, mengungkap hasil pengecekan lokasi yang dilakukan pada Rabu (20/8/2026).
"Yang jelas dari hasil pengecekan kami, yang bersangkutan warga negara Bulgaria dan lahir di sana," ujar Suandita saat dikonfirmasi, Kamis (20/8).
Nah, di sinilah letak twist-nya. Suandita menegaskan, ketiga WNA yang ramai disebut warga Israel itu ternyata masuk ke Indonesia menggunakan paspor Bulgaria.
Tempat Lahir Beda dengan Kewarganegaraan Saat Masuk Negara
Menariknya, Suandita menjelaskan satu hal yang sering luput dipahami publik. Tempat kelahiran seseorang tidak otomatis menentukan kewarganegaraan yang dipakai saat masuk ke suatu negara.
Artinya, seseorang bisa saja lahir di Israel, tapi punya kewarganegaraan Bulgaria, atau bahkan memiliki dua kewarganegaraan sekaligus sesuai hukum negara terkait. Fenomena dwi-kewarganegaraan seperti ini sebenarnya cukup umum terjadi, tapi jadi rumit ketika sudah bercampur dengan isu sensitif seperti konflik geopolitik.
Ternyata Bukan Soal Kewarganegaraan dari Awal
Yang bikin kasus ini makin menarik, hasil pengecekan awal Imigrasi justru menunjukkan bahwa masalah di gym itu sebenarnya tidak dimulai dari isu kewarganegaraan sama sekali.
Persoalan bermula dari perdebatan biasa antara salah satu WNA dengan pegawai gym. Pemilik Ayenda, Samir (32), sebelumnya sudah menjelaskan kronologinya, salah satu pria itu diduga bersikap kasar ke staf, sampai akhirnya memicu perdebatan dan permintaan agar ketiganya pergi.
Baru dalam perjalanan perdebatan itu, muncul pembicaraan soal Israel dan IDF, yang kemudian jadi viral dan berkembang jauh melebihi konteks aslinya.
Klaim Israel dari Mulut Mereka Sendiri, Tapi Dokumennya Bicara Lain
Menurut Samir, ketika ia menanyakan kewarganegaraan ketiganya, jawaban yang ia dapat adalah mereka warga Israel. Klaim inilah yang kemudian jadi viral dan memicu perdebatan panjang di media sosial soal diskriminasi, agama, sampai keterkaitan dengan IDF.
Tapi begitu Imigrasi turun tangan mengecek dokumen resmi, faktanya berbeda. Paspor yang dipakai masuk Indonesia adalah paspor Bulgaria, bukan Israel.
Di sinilah pentingnya membedakan antara pengakuan lisan dan dokumen resmi. Klaim seseorang soal kewarganegaraannya bisa saja benar secara identitas pribadi atau tempat lahir, tapi belum tentu sama dengan status hukum yang tercatat di paspor yang mereka gunakan.
Samir Bantah Isu Agama, Ulasan Bintang Satu Jadi Buntut
Samir sendiri sudah membantah tudingan bahwa pengusiran dilakukan karena faktor agama. Menurutnya, akar masalahnya murni soal sikap salah satu WNA terhadap staf, bukan soal identitas keagamaan.
Meski begitu, dampaknya tetap terasa. Gymnya sempat mendapat serangan ulasan bintang satu di Google usai video kejadian ini viral, sebuah konsekuensi yang sering dialami bisnis lokal ketika terseret pusaran isu sensitif di media sosial.
Identitas Pasti Masih Terus Didalami
Sampai sekarang, Imigrasi Denpasar masih terus mendalami identitas, kewarganegaraan, dan status keimigrasian ketiga WNA tersebut secara menyeluruh.
Yang jelas, kasus ini jadi pengingat penting buat warganet, sebelum ikut menyimpulkan sesuatu dari video viral, ada baiknya menunggu fakta resmi. Karena seperti yang terjadi di sini, apa yang diucapkan seseorang di tengah emosi belum tentu sama dengan apa yang tertulis di dokumen perjalanannya.
Tag Terkait