Terpeleset di Ketinggian 2.500 Mdpl, Remaja 15 Tahun Ini Selamat Berkat 44 Personel yang Turun Gunung
LambeTurahBali - Pendakian yang seharusnya jadi petualangan seru berubah jadi momen menegangkan bagi Komang Sandi Darmawan, remaja 15 tahun asal Desa Sebudi, Karangasem. Saat mendaki Gunung Agung bersama seorang rekannya, ia terpeleset dan jatuh ke jurang sedalam 12 meter di ketinggian 2.500 mdpl, Minggu (6/9/2026) pagi.
Semuanya bermula sekitar pukul 00.30 WITA, ketika Sandi dan rekannya mulai mendaki lewat jalur Pura Pasar Agung. Sekitar pukul 06.30 WITA, insiden terjadi. Rekannya yang menyaksikan kejadian langsung melapor ke pemandu lokal, dan laporan tersebut diteruskan ke Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem sekitar pukul 08.30 WITA.
Yang menarik dari kasus ini adalah kecepatan dan skala respons yang dikerahkan. Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak bertahap dan terorganisir. Tim pertama yang terdiri dari 25 pemandu lokal Pasar Agung diberangkatkan lebih dulu sekitar pukul 07.30 WITA untuk mempercepat pencarian.
"Menggerakkan tim satu yang terdiri dari 25 orang pemandu lokal Pasar Agung untuk bergerak mendahului melakukan proses evakuasi," jelas Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara.
Tidak berhenti di situ, 13 personel SAR gabungan menyusul sebagai tim kedua pukul 10.00 WITA, bertemu dengan tim pertama di ketinggian 1.900 mdpl setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam 15 menit. Untuk memperkuat proses evakuasi, enam personel tambahan dari tim ketiga kembali diberangkatkan pukul 11.50 WITA. Total, ada 44 personel yang terlibat langsung dalam operasi penyelamatan ini.
Evakuasi bukan tanpa hambatan. Cuaca menjadi tantangan terbesar sepanjang proses, dengan hujan gerimis membuat jalur licin dan kabut tebal membatasi jarak pandang hanya sekitar 20 meter.
"Kendala kami di lapangan saat proses evakuasi adalah cuaca yang sempat gerimis sehingga jalan yang dilalui cukup licin, dan kabut cukup tebal dengan visibility 20 meter," ujar Bhayangkara.
Meski kondisi lapangan sulit, kerja keras tim membuahkan hasil. Sekitar pukul 12.15 WITA, hampir lima jam setelah proses evakuasi dimulai, Sandi berhasil dibawa turun sampai ke posko area parkir Pura Pasar Agung dalam keadaan sadar, meski mengalami cedera di bagian kepala.
Setibanya di posko, ia langsung mendapat penanganan awal dari tim medis Puskesmas Selat, sebelum dilarikan menggunakan ambulans ke RSUD Karangasem sekitar pukul 12.25 WITA untuk penanganan lebih lanjut.
Operasi penyelamatan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi yang cukup luas, mulai dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Puskesmas Selat, pemandu lokal KUPS Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung Selat, hingga pihak keluarga korban. Kasus ini sekaligus jadi pengingat penting bagi para pendaki, terutama soal kewaspadaan ekstra saat kondisi cuaca berkabut dan jalur licin di jalur-jalur pendakian gunung berapi seperti Gunung Agung.
Tag Terkait