Turis Italia Kecewa di Labuan Bajo, Uang Rp79,8 Juta Sudah Dibayar Tapi Trip Gagal
LambeTurahNews - Ada momen ketika liburan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari berubah menjadi masalah hanya dalam hitungan menit.
Itu yang dialami rombongan wisatawan asal Italia di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Mereka datang untuk menikmati liveaboard 4 hari 3 malam di perairan Taman Nasional Komodo. Namun saat sudah berada di kapal pada 9 Agustus, muncul kabar yang sama sekali tidak mereka duga.
Pihak kapal ternyata belum menerima pembayaran penuh dari travel agent.
Padahal, para wisatawan mengaku sudah melunasi seluruh biaya perjalanan sebesar Rp79,8 juta kepada pemilik agen, Kristoforus Aman alias Itok Aman, sehari sebelum keberangkatan.
Sudah Bayar Lunas, Tapi Kapal Belum Dibayar
Bagi rombongan tersebut, masalahnya bukan sekadar perjalanan yang terganggu.
Mereka merasa sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagai wisatawan. Uang paket wisata telah dibayarkan, jadwal sudah ditentukan, dan mereka bahkan sudah berada di atas kapal pinisi Thalassa 2.
"Kami sangat terkejut dan kecewa saat pengelola kapal memberi tahu bahwa sewa kapal belum dibayar sama sekali oleh pihak agen," kata salah satu korban berinisial SS, Kamis (14/8/2026).
Yang membuat situasi semakin sulit, pembayaran kepada agen sudah mereka lunasi pada Sabtu, 8 Agustus, atau sehari sebelum trip dimulai.
Dengan kata lain, dari sisi wisatawan, urusan pembayaran sudah selesai.
Tetapi di sisi operator kapal, uang tersebut belum diterima secara penuh.
Sempat Dicoba Diselesaikan Kekeluargaan
Rombongan wisatawan Italia itu kemudian mencoba menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dengan Itok Aman.
Namun, menurut mereka, tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang yang telah dibayarkan.
Persoalan akhirnya bergeser dari masalah perjalanan menjadi perkara hukum.
Mereka melaporkan Itok Aman ke Polres Manggarai Barat pada Rabu, 12 Agustus 2026 malam. Polisi kemudian mulai melakukan penyelidikan dan kini memburu pemilik travel agent tersebut.
Polisi: Jangan Rusak Nama Labuan Bajo
Kasus ini menjadi perhatian karena yang terdampak bukan hanya para wisatawan.
Labuan Bajo sedang dibangun sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Karena itu, masalah yang dialami wisatawan asing bisa dengan cepat berubah menjadi persoalan kepercayaan terhadap sebuah destinasi.
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi kejahatan yang merusak reputasi pariwisata Labuan Bajo.
"Kami mengutuk keras ulah oknum agen travel yang melakukan perbuatan curang terhadap wisatawan asing ini," kata Christian.
Ia juga telah memerintahkan Satreskrim Polres Manggarai Barat untuk bergerak cepat mengumpulkan alat bukti, melacak terlapor, dan memproses kasus tersebut secara hukum.
Bagi wisatawan yang datang ke Labuan Bajo, cerita ini menyisakan satu persoalan yang lebih besar dari Rp79,8 juta: ketika seseorang sudah membayar sebuah perjalanan, siapa yang sebenarnya bisa menjamin bahwa perjalanan itu benar-benar ada?
Tag Terkait