Turis Prancis Terpeleset Saat Turun dari Rinjani, Dievakuasi Estafet Pakai Tandu
LambeTurahBali - Empat hari mendaki Rinjani biasanya berakhir dengan rasa puas menaklukkan salah satu gunung tertinggi di Indonesia. Buat Catherine Marie, wisatawan asal Prancis, perjalanan turunnya justru berakhir di atas tandu.
Terpeleset di Jalur Turun, Bukan Saat Mendaki
Catherine Marie (61) mengalami cedera pergelangan kaki kanan setelah terpeleset di jalur Lendang Panas, saat sedang dalam perjalanan turun dari Gunung Rinjani, Lombok Timur, NTB. Kepala Kantor SAR Mataram Muhammad Hariyadi membenarkan kejadian ini.
"Korban dilaporkan terpeleset saat perjalanan turun di sekitar jalur pendakian tepatnya di Lendang Panas dan diduga mengalami cedera pada pergelangan kaki sebelah kanan," terang Hariyadi, Jumat (14/8/2026).
Yang menarik, insiden ini terjadi bukan di awal pendakian, melainkan saat proses turun, fase yang justru sering dianggap lebih berisiko karena kondisi fisik pendaki yang mulai lelah dan medan yang licin akibat pijakan berulang.
Respons Cepat Tim SAR
Laporan kejadian diterima SAR Mataram pukul 13.10 WITA dari Mustiadi, petugas Emergency Medical Health Center (EMHC). Hanya berselang 20 menit, Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Sembalun bersama potensi SAR lainnya sudah diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 13.30 WITA.
Tim gabungan bergerak membawa peralatan medis dan mountaineering guna mendukung proses evakuasi di medan pendakian yang tidak mudah dijangkau kendaraan biasa.
Evakuasi Estafet yang Melibatkan Banyak Pihak
Catherine akhirnya dievakuasi menggunakan tandu, sebelum dibawa ke Klinik Nusa Medica untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut.
"Korban berhasil kami evakuasi dalam keadaan selamat dan langsung menyerahkan ke pihak Nusa Medika untuk penanganan lebih lanjut. Proses evakuasi secara estafet dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama dan sinergitas seluruh unsur yang terlibat," terang Hariyadi.
Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari kasus pendakian semacam ini: evakuasi di gunung bukan pekerjaan satu tim saja, melainkan kolaborasi estafet antara Unit SAR Lombok Timur, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Medica, EMHC, porter, hingga guide lokal, yang masing-masing punya peran penting di setiap tahap evakuasi.
Perjalanan yang Sudah Berlangsung Empat Hari
Catherine diketahui memulai pendakiannya melalui jalur Sembalun sejak Selasa (11/8), sehingga insiden ini terjadi menjelang akhir perjalanannya menaklukkan Rinjani. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pendaki, baik lokal maupun wisatawan asing, bahwa risiko cedera tidak hanya mengintai di jalur pendakian, tapi sama besarnya saat perjalanan turun, terutama ketika stamina mulai menurun.
Tag Terkait