1.280 Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan Bandara Komodo
LambeTurahBali - Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Ceppy Triono, memberikan rincian terbaru soal skala dampak ini.
"Berdasarkan data sementara, terdapat 10 penerbangan dari dan menuju Bandara Komodo yang terdampak pembatalan, khususnya pada rute Labuan Bajo-Jakarta (CGK) dan sebaliknya, dengan jumlah penumpang terdampak sekitar 1.280 orang," ungkap Ceppy, Minggu (6/9/2026) malam.
Angka 1.280 ini penting untuk dipahami konteksnya. Artinya, rata-rata setiap penerbangan yang dibatalkan membawa sekitar 128 penumpang, angka yang cukup masuk akal mengingat rute Jakarta-Labuan Bajo memang salah satu jalur udara favorit wisatawan menuju destinasi Komodo dan sekitarnya.
Soal penanganan penumpang, Ceppy menjelaskan bahwa kewenangan sepenuhnya ada di tangan masing-masing maskapai. Penumpang terdampak diberi dua pilihan: penjadwalan ulang penerbangan atau pengembalian biaya tiket, sesuai kebijakan maskapai yang bersangkutan.
Meski dihantam pembatalan besar-besaran, Ceppy memastikan operasional Bandara Komodo sendiri tetap berjalan normal.
"Bandara Komodo tetap beroperasi dan terus berkoordinasi dengan maskapai, AirNav, BMKG serta stakeholder terkait untuk memantau perkembangan kondisi ruang udara dan memastikan keselamatan serta kelancaran pelayanan penerbangan," kata Ceppy.
Bagi calon penumpang yang masih punya rencana terbang dari atau menuju Labuan Bajo dalam waktu dekat, Ceppy mengimbau untuk terus memantau informasi terbaru lewat kanal resmi maskapai masing-masing.
"Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," pungkasnya.
Seluruh penerbangan yang batal hari ini dilayani lima maskapai sekaligus, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, AirAsia, dan Super Air Jet, semuanya untuk rute pergi-pulang Jakarta-Labuan Bajo.
Akar masalah dari semua ini tetap sama: erupsi Gunung Anak Krakatau yang mulai berlangsung sejak Jumat (4/9) malam. Sebaran abu vulkaniknya terus meluas hingga mencapai Bandara Soekarno-Hatta, yang akhirnya ditutup sementara sejak pagi hari, memicu efek domino ke berbagai rute penerbangan lain di Indonesia, termasuk jalur menuju destinasi wisata populer seperti Labuan Bajo ini.
Tag Terkait