Langsung ke konten
Bali Bali
News

Angin Kencang Pantai Perancak Bikin Api Ganas, 10 Bar Kayu-Bambu Rata dengan Tanah

Giostanovlatto
Angin Kencang Pantai Perancak Bikin Api Ganas, 10 Bar Kayu-Bambu Rata dengan Tanah

LambeTurahBali - Jam setengah empat pagi, saat kebanyakan orang masih terlelap, seorang pekerja bar justru terbangun bukan karena alarm, tapi karena hawa panas yang menyengat kulit.

Rizal, 21 tahun, pekerja Bar Bali Life, jadi saksi pertama yang menyadari kebakaran hebat di kawasan bibir Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu (22/8/2026) dini hari. Sepuluh stand bar berbahan kayu dan bambu milik warga ludes dilalap api hingga rata dengan tanah.

Bermula dari Satu Bar, Api Cepat Menjalar ke Sembilan Lainnya

Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan api pertama kali muncul sekitar pukul 4 pagi lewat. Dalam waktu tak lama, sepuluh stand bar di kawasan itu sudah terbakar habis.

"Api muncul sekitar jam 4 pagi lewat dan sepuluh stand bar yang ada di sana terbakar. Penanganan baru rampung sejam kemudian setelah lima unit mobil pemadam diturunkan ke lokasi," kata Ayu.

Sempat Coba Padamkan Sendiri, Tapi Angin Pantai Justru Jadi Musuh

Sebelum petugas pemadam datang, Rizal ternyata sempat berusaha melawan api dengan caranya sendiri. Bersama seorang teman, ia mengambil selang seadanya untuk menyiram kobaran api di Bar Himawari yang saat itu sudah cukup besar.

"Saksi kaget waktu bangun karena hawanya sudah panas sekali dan api di Bar Himawari ternyata sudah besar. Dia sempat ajak temannya menyiram pakai selang seadanya, cuma angin pantai kencang banget jadi apinya malah makin cepat menyebar," ujar Ayu.

Di sinilah letak faktor yang bikin kebakaran ini sulit dikendalikan sejak awal. Lokasi bar-bar ini berada persis di bibir pantai, area yang terkenal dengan angin kencang, terutama menjelang pagi hari. Angin yang biasanya jadi daya tarik wisatawan justru berbalik jadi ancaman, mempercepat penyebaran api dari satu bangunan kayu-bambu ke bangunan lainnya dalam waktu singkat.

Butuh Lima Unit Mobil Pemadam untuk Padamkan Api dalam Satu Jam

Skala kebakaran yang cukup besar ini membuat petugas harus menurunkan lima unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Proses pemadaman baru benar-benar rampung sekitar satu jam setelah armada tiba.

Kalau dipikir-pikir, kombinasi bahan bangunan yang mudah terbakar seperti kayu dan bambu, ditambah angin kencang khas kawasan pantai, jadi kombinasi paling berbahaya untuk kebakaran semacam ini. Struktur yang biasanya jadi daya tarik estetika bar-bar pantai justru menjadi bumerang saat api mulai menyala.

Kejadian ini menyisakan pertanyaan besar bagi para pemilik bar dan pengelola kawasan wisata pantai serupa di Bali, soal seberapa siap sistem keamanan kebakaran di area yang didominasi bangunan semi permanen berbahan mudah terbakar, terutama saat berhadapan dengan angin pantai yang tak bisa diprediksi.

Berita Terkait