Langsung ke konten
Bali Bali
Viral

Cuma Gara-gara Parkir Rp 2 Ribu, Kurir Ojol Sampai Direbut Maskernya di Depan Alfamart Munggu

Giostanovlatto
Cuma Gara-gara Parkir Rp 2 Ribu, Kurir Ojol Sampai Direbut Maskernya di Depan Alfamart Munggu

LambeTurahBali - Cuma gara-gara Rp 2.000, sebuah insiden di depan Alfamart Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, berujung viral di media sosial. Bukan soal nominalnya yang jadi masalah, tapi cara penagihannya yang berujung kontak fisik antara pengemudi ojek online dan juru parkir.

Semuanya bermula saat sang pengemudi ojol sedang mengambil pesanan layanan belanja online GoMart di minimarket tersebut. Begitu keluar dari toko, juru parkir berinisial IMDA tiba-tiba meminta uang parkir. Masalahnya, biaya itu sama sekali tidak tercantum di aplikasi yang dipakai pengemudi.

Penolakan pengemudi ini rupanya memicu emosi juru parkir. Situasi yang awalnya cuma perselisihan kecil justru berkembang jadi kontak fisik.

"Petugas parkir emosi karena tersinggung dengan perkataan pengemudi ojek online yang menolak bayar dengan alasan tidak ada biaya parkir di aplikasi. Juru parkir tersebut kemudian merampas masker dan menarik jaket pengemudi," jelas Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Rabu (2/9/2026).

Kejadian ini pun tidak luput dari mata pegawai minimarket yang kebetulan jadi saksi, membenarkan adanya tindakan fisik berupa penarikan pakaian dan perampasan masker tersebut. Usai mendapat perlakuan kasar, pengemudi ojol memilih kembali masuk ke dalam toko dan merekam video penagihan itu, yang kemudian menyebar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, pengemudi ojol melampiaskan kekesalannya sekaligus mempertanyakan dasar hukum penagihan parkir yang dialaminya. "Saya Gojek, GoMart, tidak ada tagihan parkir di aplikasi. Kalau memang ada rincian tagihan resmi parkir di aplikasi, saya ikhlas bayar, lima kali lipat pun saya ikhlas bayar," katanya.

Yang menarik, persoalan sebenarnya bukan soal uang Rp 2.000 tersebut. Pengemudi ini justru mempersoalkan ketiadaan aturan resmi soal parkir, sekaligus dugaan tindakan intimidatif yang menurutnya kerap berulang menimpa para pengemudi ojol di lokasi serupa.

Ia bahkan menyinggung keluhan pihak minimarket soal penurunan omzet, yang diduga berkaitan dengan tindakan oknum juru parkir yang membuat pelanggan merasa risih dan enggan berbelanja.

Menyikapi keributan ini, polisi langsung turun ke lokasi untuk klarifikasi. Petugas meminta keterangan dari saksi maupun juru parkir yang terlibat. "Petugas sudah mendatangi tempat kejadian perkara serta meminta keterangan saksi dan juru parkir di lokasi. Kami mengarahkan agar masalah ini secepatnya diselesaikan secara mediasi," ujar Ayu.

Dari hasil analisa sementara, polisi menyimpulkan akar masalahnya murni kesalahpahaman soal pembayaran parkir yang berkembang jadi kontak fisik. "Hasil analisa menunjukkan permasalahan murni berawal dari kesalahpahaman pembayaran parkir yang kemudian berkembang menjadi kontak fisik. Saat ini situasi di lokasi sudah kondusif dan para pihak diminta menyelesaikan perselisihan secara damai," tutup Ayu.

Berita Terkait