Langsung ke konten
Bali Bali
News

Instagram dan Facebook Kini Wajib Blokir Akses Tengah Malam, Meta Bayar Rp285 Triliun untuk Selesaikan Ini

Giostanovlatto
Instagram dan Facebook Kini Wajib Blokir Akses Tengah Malam, Meta Bayar Rp285 Triliun untuk Selesaikan Ini

LambeTurahBali - Selama ini banyak orang tua resah melihat anak-anak mereka sulit lepas dari layar ponsel, terutama Instagram dan Facebook. Kini, keresahan itu berujung pada satu kesepakatan besar yang mengubah cara kedua platform tersebut beroperasi bagi pengguna muda.

Meta baru saja menyetujui penyelesaian bernilai hingga US$18 miliar yang berlaku selama 10 tahun, untuk menuntaskan gugatan berskala nasional terkait kecanduan media sosial di kalangan anak muda. Kesepakatan ini melibatkan 52 jaksa agung negara bagian di Amerika Serikat.

Akar masalahnya cukup serius. Gugatan tersebut menuding Meta sengaja merancang fitur-fitur yang membuat penggunanya ketagihan, sambil menutupi risiko kesehatan mental yang mengintai pengguna usia muda.

Soal angkanya, Meta akan menyalurkan US$12,7 miliar langsung kepada negara-negara bagian yang ikut dalam gugatan ini, dialokasikan untuk berbagai inisiatif keselamatan anak muda selama satu dekade ke depan. Sisanya, US$5,3 miliar, sifatnya kondisional, baru cair kalau platform pesaing seperti YouTube dan TikTok juga bersedia menerapkan standar keamanan serupa dan ikut memberikan kontribusi finansial setara.

Yang paling menarik dari kesepakatan ini justru perubahan konkret yang harus diterapkan Meta di platformnya. Instagram dan Facebook kini wajib membatasi penggunaan gabungan maksimal dua jam per hari bagi pengguna muda. Selain itu, ada jeda otomatis saat pengguna terus-menerus menggulir layar tanpa henti, sebuah fitur yang selama ini dianggap salah satu pemicu utama kecanduan digital.

Yang lebih tegas lagi, akses ke kedua platform bakal diblokir otomatis pada malam hari, tepatnya pukul 00.00 hingga 06.00. Notifikasi juga akan dinonaktifkan selama jam sekolah berlangsung, mencegah gangguan konsentrasi belajar akibat ponsel yang terus berdering.

Kesepakatan ini juga menuntut verifikasi usia yang lebih ketat, pembatasan penggunaan filter kecantikan, hingga penyembunyian jumlah suka pada unggahan, ketentuan yang selama ini dikaitkan dengan tekanan citra diri di kalangan remaja. Untuk memastikan semua aturan ini benar-benar dijalankan, kepatuhan Meta akan ditinjau setiap tahun oleh auditor independen.

Saat ini, kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan akhir dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara California. Meta sendiri sudah memperkirakan akan membukukan beban hukum sebesar US$10 miliar pada kuartal ketiga 2026 sehubungan dengan penyelesaian ini, angka yang menunjukkan betapa besar konsekuensi finansial dari isu keamanan digital anak muda yang selama ini jadi sorotan global.

Berita Terkait