Sudah Sempat Padam, Api di Gudang Rongsokan Denpasar Justru Kembali Membara Malam Ini
LambeTurahBali - Kalau kemarin sempat lega karena api di gudang rongsokan Jalan Nakula, Gang Jatayu, Denpasar, dikira sudah padam, ternyata kelegaan itu terlalu cepat. Selasa (1/9/2026) petang, api kembali muncul dan membesar, memaksa petugas mengerahkan lima mobil pemadam kebakaran sekaligus ke lokasi.
Berdasarkan pantauan langsung, situasi ini sebenarnya sempat membaik. Sekitar pukul 16.00 WITA, api tampak sudah padam, bahkan warga mulai berani masuk ke area bekas kebakaran untuk melihat kondisi. Tapi ketenangan itu tidak berlangsung lama.
Sekitar pukul 18.44 WITA, percikan api kembali muncul, dan kali ini langsung menyulut bangunan bedeng lainnya hingga membesar dengan cepat. Satu mobil damkar sempat masuk mendekati kobaran api sekitar pukul 18.45 WITA, tapi api belum bisa dijinakkan dan justru terus merembet.
Situasi ini akhirnya memaksa pengerahan bala bantuan lebih besar. Mobil damkar kelima baru tiba di lokasi pada pukul 19.38 WITA, dengan personel gabungan dari Denpasar dan Kabupaten Badung yang bahu-membahu menangani api yang kembali mengamuk.
Kejadian ini sendiri bukan cerita baru. Kebakaran bangunan bedeng sekaligus gudang rongsokan ini bermula sejak Senin (31/8/2026) sekitar pukul 22.30 WITA, dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 5 hektare. Selain bangunan, sejumlah sepeda motor dan mobil ikut terbakar, dengan dampak yang meluas hingga menyentuh wilayah Badung, bukan cuma Denpasar.
Soal penyebab awalnya, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo D Simatupang, menduga api pertama kali muncul dari salah satu bedeng akibat tabung gas elpiji. "Diperkirakan dari gas (elpiji), sehingga merembet ke bedeng-bedeng yang lain," kata Leonardo.
Yang membuat kebakaran ini sulit dikendalikan dari awal adalah karakter material di lokasi. Tumpukan barang bekas yang sangat banyak membuat api gampang merambat, sementara ketebalan tumpukan rongsokan itu sendiri jadi kendala tersendiri bagi petugas.
Bahkan setelah api di bagian permukaan berhasil dipadamkan, bara api masih ditemukan bersembunyi di bawah tumpukan barang, penjelasan yang kini terbukti benar setelah api kembali menyala pada Selasa petang.
Dari sisi dampak sosial, tercatat 22 kepala keluarga atau 62 jiwa terdampak kebakaran ini, dengan rincian 42 jiwa dewasa dan 20 jiwa balita. Dengan kobaran api yang kembali membesar malam ini, jumlah kerugian dan waktu pemulihan pun berpotensi bertambah dari perkiraan awal.
Tag Terkait