Langsung ke konten
Bali Bali
Entertainment

Demi Peran di Reacher, Agnez Mo Rela Rogoh Kocek Sendiri Terbangkan Guru Akting dari New York ke LA

Giostanovlatto
Demi Peran di Reacher, Agnez Mo Rela Rogoh Kocek Sendiri Terbangkan Guru Akting dari New York ke LA

LambeTurahBali - Bukan cuma modal bakat, ternyata perjalanan Agnez Mo menembus Hollywood juga dibayar mahal dari kantong sendiri. Aktris yang kini bersinar lewat perannya sebagai Lila Hoth di Reacher Season 4 ini mengaku rela mengeluarkan uang pribadi demi memastikan aktingnya benar-benar matang.

Begitu dinyatakan lolos seleksi, Agnez tidak langsung santai. Baginya, lolos casting itu justru awal dari kerja keras yang sesungguhnya.

"Karena kan saya sebenarnya juga punya acting coach di sana. Saya terbangin acting coach saya dari New York ke LA. Saya intensive 5 to 6 hours a day for 3 weeks," aku Agnez, saat ditemui di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (29/8/2026).

Yang bikin publik salut, semua biaya ini murni keluar dari kantongnya sendiri, bukan fasilitas dari produksi film series yang kini menduduki ranking satu di 40 negara di Prime Video.

"Yeah, and it's out of my pocket, loh. Itu enggak dibayar. Itu I paid them, karena for me it's an investment to myself," tuturnya.

Investasi Agnez pun bukan sembarangan. Ia menyewa Magnus Lygdbäck, pelatih akting fisik yang biasa menangani nama-nama besar seperti Gal Gadot untuk Wonder Woman dan Jafar Jackson di film biopik Michael Jackson.

"Ada intensive, saya tuh ada beberapa acting coach sebenarnya di sana. Jadi ada satu yang memang khusus untuk teknik. Untuk teknik itu kita kayak riding a bicycle ya, kayak ngingetin, gitu. Ngingetin muscle memory-nya tuh diingetin," jelasnya.

Setelah teknik fisiknya matang, barulah Agnez masuk ke bagian yang lebih rumit, mendalami karakter Lila Hoth. Karakter ini ternyata jauh dari sederhana, bahkan berlapis-lapis dalam satu tokoh.

"Lila itu, she's playing a character in a character. Itu yang kadang-kadang orang yang enggak tahu. Ya it's not Agnez Mo di situ, it's Lila playing a character," ungkapnya.

Kompleksitas Lila semakin terasa begitu Agnez membongkar latar belakangnya. Sejak kecil, Lila menjadi korban grooming oleh sosok bernama Amisha, sampai akhirnya dibentuk menjadi "killing machine" dengan kecenderungan sosiopat.

"Ya karena itu tadi, dari kecil dia menjadi killing machine. So, how can you be seseorang yang punya sociopathic tendency harus menipu atau manipulate Reacher? So, it's a playing a character," jelas Agnez, menutup ceritanya soal betapa dalamnya proses yang ia jalani demi satu peran.

Berita Terkait