Langsung ke konten
Bali Bali
News

Korban Penganiayaan Pegawai KSOP Labuan Bajo Ceritakan Kronologi Lengkap

Giostanovlatto
Korban Penganiayaan Pegawai KSOP Labuan Bajo Ceritakan Kronologi Lengkap

LambeTurahBali - Kadang hal sepele bisa berujung petaka. Buat Engelbertus Abun, malam itu ia hanya menjalankan tugas rutinnya sebagai petugas jaga portal, membuka palang untuk kendaraan yang lewat. Ternyata itu cukup untuk membuatnya babak belur.

Kronologi dari Mulut Korban Sendiri

Engelbertus, petugas jaga portal parkir di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, menceritakan detail penganiayaan yang dialaminya usai membuat laporan polisi di Polres Manggarai Barat, Jumat (14/8/2026). Menurutnya, insiden terjadi dini hari itu, tepat di dekat portal pintu keluar masuk pelabuhan.

Pemicunya sesederhana ini: ia membuka portal saat sebuah mobil tangki Pertamina hendak keluar dari area pelabuhan. Dari situlah pelaku, yang disebut Engelbertus bernama Samuel, mulai melayangkan pukulan.

"Pukul di sini (tangan memegang pelipis dekat mata kiri), sama depan sini (dahi) sama di sini (kepala). Empat kali kalau tidak salah," kata Engelbertus.

Yang membuat cerita ini terasa lebih berat, korban mengaku sama sekali tidak melawan selama empat kali pukulan itu mendarat di wajah dan kepalanya.

Sempat Kabur, Tapi Pelaku Mengejar

Setelah dipukuli, Engelbertus mencoba menyelamatkan diri dengan masuk ke ruangan di samping portal parkir. Namun Samuel rupanya tidak berhenti begitu saja. Ia ikut masuk ke ruangan itu sambil membawa helm, tampaknya hendak melanjutkan pemukulan.

Engelbertus akhirnya keluar lagi dari ruangan tersebut, namun Samuel kembali mengikutinya. Di titik itu, ia mengaku hanya pasrah menunggu pukulan berikutnya. Untungnya, Samuel akhirnya mengurungkan niatnya.

Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari kasus semacam ini: bukan cuma soal pukulan yang terjadi sekali, tapi pola pengejaran berulang yang menunjukkan ada eskalasi kemarahan yang sulit dihentikan begitu saja.

Dampak Fisik yang Masih Terasa

Akibat kejadian ini, Engelbertus mengalami sejumlah keluhan fisik: sakit di area mata dan tulang pipi, dahi yang bengkak, hingga pusing dan mual berulang kali.

"Sakit semua (mata, tulang pipi), pusing sampai mual-mual. Berapa kali saya mual-mual, dan ini (dahi) terasa bengkak," ujarnya.

Ia sudah menjalani visum et repertum, langkah penting yang akan menjadi bukti medis resmi dalam proses hukum kasus ini ke depannya.

KSOP Masih Proses Internal

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto membenarkan insiden ini terjadi, namun hingga kini belum mengungkap identitas resmi pelaku maupun pemicu pastinya dari sisi instansi.

"KSOP Kelas III Labuan Bajo akan melakukan pemeriksaan internal terhadap pegawai yang bersangkutan untuk memperoleh fakta dan keterangan secara objektif," katanya.

Dengan laporan resmi sudah masuk dan bukti visum di tangan, publik kini menanti apakah proses hukum akan berjalan lebih cepat dari proses internal KSOP yang masih berlangsung.

Berita Terkait