CCTV Rekam Pegawai KSOP Labuan Bajo Aniaya Petugas Parkir, Videonya Viral
LambeTurahBali - Video berdurasi singkat itu cukup untuk membuat warganet di Labuan Bajo geram. Seorang pegawai berseragam dinas terlihat menampar dan memukul wajah orang lain berulang kali, sementara korban sama sekali tidak melawan.
Empat Kali Pukulan, Terekam Jelas di CCTV
Insiden ini terjadi Kamis (13/8) malam di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Korbannya adalah Engelbertus Abun, petugas jaga portal parkir pelabuhan. Pelakunya diduga seorang pegawai Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo.
Dari rekaman CCTV yang beredar, pelaku terlihat mengenakan pakaian dinas, meski wajahnya tidak terekam jelas karena posisinya membelakangi kamera. Ia tercatat menampar dan memukul kepala serta wajah korban sebanyak empat kali secara berturut-turut.
Yang membuat rekaman ini terasa lebih berat untuk ditonton, korban sama sekali tidak melawan. Ia hanya mundur perlahan hingga akhirnya masuk ke dalam ruangan, berharap situasi mereda.
Justru di titik itulah kejadian makin memburuk. Pelaku tidak berhenti, ia malah menyusul korban masuk ke dalam ruangan dan kembali melayangkan pukulan di sana.
KSOP Akui Insiden, Tapi Detail Masih Gelap
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto membenarkan peristiwa kekerasan fisik ini terjadi. Namun sejauh ini, identitas resmi pelaku maupun alasan di balik penganiayaan tersebut belum diungkap ke publik.
"KSOP Kelas III Labuan Bajo akan melakukan pemeriksaan internal terhadap pegawai yang bersangkutan untuk memperoleh fakta dan keterangan secara objektif," kata Stephanus, Jumat (14/8/2026).
Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari kasus seperti ini: pegawai instansi otoritas pelabuhan seharusnya menjadi pihak yang menjaga ketertiban di area kerja, bukan justru menjadi sumber kekerasan terhadap sesama pekerja di lingkungan yang sama.
Kondisi Korban Masih Jadi Tanda Tanya
Hingga saat ini, kondisi Engelbertus Abun pasca-kejadian belum diketahui secara pasti. Ia juga belum merespons upaya konfirmasi lewat telepon maupun pesan WhatsApp, sehingga cerita dari sisi korban sendiri masih menunggu untuk terungkap.
Publik kini menanti hasil pemeriksaan internal KSOP, sekaligus kejelasan apakah kasus ini akan berlanjut ke ranah hukum di luar prosedur internal instansi.
Tag Terkait