Langsung ke konten
Bali Bali
Iklan
News

2 Pendaki Tersesat di Gunung Agung Ditemukan Selamat di Jurang, Ternyata Nyasar Bukan Terjatuh

Giostanovlatto
2 Pendaki Tersesat di Gunung Agung Ditemukan Selamat di Jurang, Ternyata Nyasar Bukan Terjatuh
Iklan

LambeTurahBali - Ada kabar melegakan dari Gunung Agung sore ini. Dua pendaki, Piqri Zaenal Abidin, 20 tahun, dan Lorenzo Regiraldo Tawang, 23 tahun, yang sempat hilang kontak setelah tersesat di kawasan gunung tertinggi Bali ini, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.

"Keduanya sudah ditemukan dalam keadaan selamat di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara, Rabu (9/9/2026).

Yang menarik, meski keduanya ditemukan di area jurang, ternyata tidak ada satu pun luka fisik yang dialami. Bukan karena mereka terjatuh, melainkan murni tersesat sampai berada di lokasi tersebut.

"Keduanya murni tersesat tidak ada terjatuh walaupun ditemukan di jurang," ujar Bhayangkara.

Detail ini penting untuk dipahami, karena posisi ditemukan di jurang biasanya langsung memicu kekhawatiran soal cedera serius akibat terjatuh. Faktanya, kondisi keduanya hanya kelelahan, sebuah hasil yang jauh lebih baik dari yang mungkin dibayangkan banyak orang saat mendengar kata "jurang" dalam laporan pencarian.

Begitu ditemukan, tim SAR gabungan langsung memastikan kondisi kedua pendaki sebelum melakukan evakuasi. Setelah dipastikan aman, mereka dibawa menuju pos Pura Pasar Agung untuk penanganan lebih lanjut.

Setibanya di bawah, tim medis Puskesmas Selat langsung memeriksa kesehatan keduanya, dan hasilnya dinyatakan sehat sepenuhnya.

"Keduanya kemudian dijemput oleh rekannya untuk dibawa ke Denpasar," ujar Bhayangkara.

Untuk memahami kronologi kejadian ini, keduanya diketahui mulai mendaki Gunung Agung sejak Selasa (8/9) lewat jalur Pura Pasar Agung. Persoalan muncul saat perjalanan turun, ketika mereka diduga tersesat di kawasan hutan pada ketinggian sekitar 2.800 mdpl, jauh lebih tinggi dari titik mereka akhirnya ditemukan.

Komunikasi dengan keduanya terputus total pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Laporan resmi soal pendaki yang tersesat baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 08.25 WITA, artinya ada jeda beberapa jam sebelum proses pencarian resmi dimulai.

Begitu laporan masuk, tim SAR gabungan langsung dikerahkan bersama pemandu lokal Gunung Agung untuk menyisir kawasan hutan tempat kedua pendaki terakhir diketahui berada, sebuah kerja sama yang akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya keduanya dalam kondisi selamat sore ini.

Berita Terkait

Iklan