Langsung ke konten
Bali Bali
News

AI Bukan Cuma Boros Listrik, Air Laut Juga Ikut Kena Getahnya

Giostanovlatto
AI Bukan Cuma Boros Listrik, Air Laut Juga Ikut Kena Getahnya

Ketika Air Laut Mulai Dipandang sebagai Solusi

Lalu muncul persoalan lain.

Bagaimana kalau pusat data dibangun di kawasan pesisir yang akses air tawarnya terbatas?

Salah satu jawabannya adalah menggunakan air laut sebagai bagian dari sistem pendinginan atau menggabungkan kebutuhan pendinginan dengan teknologi desalinasi.

Secara teori, idenya terdengar menarik.

Air laut tersedia dalam jumlah sangat besar. Teknologi tertentu dapat memanfaatkannya untuk membantu proses pendinginan, sementara desalinasi dapat menghasilkan air tawar.

Tetapi ada satu kata yang tidak boleh dilupakan:

limbah.

Desalinasi tidak hanya menghasilkan air tawar. Proses tersebut juga menghasilkan brine, yakni air dengan konsentrasi garam yang jauh lebih tinggi.

Jika pembuangan dan penyebarannya tidak dikelola dengan baik, perubahan kondisi lokal di sekitar titik pembuangan dapat memberikan tekanan terhadap ekosistem laut.

Jadi, menggunakan air laut tidak otomatis membuat pusat data menjadi ramah lingkungan.

Teknologinya bisa menjadi bagian dari solusi. Tetapi desain, lokasi, energi yang digunakan, pengambilan air, suhu buangan, hingga pengelolaan brine tetap harus dihitung.

Berita Terkait