Langsung ke konten
Bali Bali
News

Bekerja di Pabrik Ayam Polandia, Pekerja Migran Asal Jembrana Ini Berpulang Usai 5 Hari Berjuang Lawan Stroke

Giostanovlatto
Bekerja di Pabrik Ayam Polandia, Pekerja Migran Asal Jembrana Ini Berpulang Usai 5 Hari Berjuang Lawan Stroke

LambeTurahBali - Kabar duka datang dari seorang pekerja migran asal Bali yang harus menutup mata jauh dari kampung halaman. I Komang Yudi Sutawan, warga Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, meninggal dunia di Polandia setelah lima hari berjuang melawan stroke.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, membenarkan kabar tersebut. "Almarhum telah menjalani perawatan selama lima hari akibat stroke sebelum meninggal dunia," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).

Yudi diketahui bekerja di sebuah pabrik ayam di Kota Sieradz, Polandia, jauh dari keluarganya di Jembrana. Ia dilaporkan mengembuskan napas terakhir pada Minggu (23/8/2026), meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang menantinya kembali ke tanah air.

Begitu kabar duka ini sampai, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa langsung bergerak cepat. Bahkan sebelum Yudi berpulang, KBRI sudah lebih dulu mendatangi rumah sakit tempatnya dirawat pada Jumat (21/8/2026), untuk memastikan penanganan medis dan koordinasi berjalan baik.

Setelah kepergian Yudi, proses penanganan jenazah kini melibatkan beberapa pihak sekaligus, mulai dari KBRI Warsawa hingga perusahaan tempat almarhum bekerja. KBRI bahkan sudah menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan pihak perusahaan pada Senin (24/8/2026) untuk membahas teknis pemulangan jenazah ke Indonesia.

"Saat ini sedang proses repatriasi (pemulangan). Perkembangannya akan kami sampaikan," ujar Mirah.

Di sisi lain, Disnaker Jembrana bersama pihak terkait juga tidak tinggal diam. Mereka turut mendampingi keluarga Yudi selama proses pemulangan jenazah berlangsung, memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur.

"Yang kami lakukan adalah memastikan proses penanganan dan pemulangan almarhum berjalan sesuai ketentuan serta keluarga mendapatkan pendampingan," kata Mirah.

Kasus ini kembali mengingatkan risiko yang dihadapi para pekerja migran Indonesia yang mengadu nasib jauh dari rumah, sekaligus pentingnya sistem pendampingan yang responsif dari pemerintah daerah dan perwakilan RI di luar negeri saat situasi darurat terjadi.

Berita Terkait