Langsung ke konten
Bali Bali
Iklan
News

Cuma Karena Bunyi Seng, Keributan di Mess Kuta Selatan Berujung Nyawa Melayang

Giostanovlatto
Cuma Karena Bunyi Seng, Keributan di Mess Kuta Selatan Berujung Nyawa Melayang
Polisi mendatangi TKP keributan di mess buruh PT Tunas Jaya Sanur, Sawangan, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali. (Foto: Dok. Polresta Denpasar)
Iklan

LambeTurahBali - Kadang hal paling sepele bisa berubah jadi tragedi kalau situasinya sudah panas duluan. Itu yang terjadi di mess buruh PT Tunas Jaya Sanur, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, pekan lalu, gara-gara bunyi seng yang tersenggol tanpa sengaja.

Polisi kini mengamankan 13 orang terkait keributan yang menewaskan satu pekerja proyek dan melukai beberapa lainnya. Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, menyebut seluruh terduga pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif.

Bermula dari Kesalahpahaman Kecil

Kejadian ini terjadi pada Minggu (6/9) malam sekitar pukul 23.00 Wita. Seorang saksi berinisial YK sedang menuju kamar mandi ketika tanpa sengaja menyenggol seng hingga menimbulkan suara keras. Seorang petugas keamanan mess langsung menghampiri dan mempertanyakan hal itu.

YK sudah menjelaskan bahwa itu murni ketidaksengajaan dan meminta maaf. Tapi petugas keamanan tidak menerima alasan tersebut, bahkan meminta YK memanggil seluruh rekannya. Dari sinilah situasi mulai memanas.

Satu Kalimat yang Memicu Kemarahan Massal

Seorang rekan YK, berinisial AW, ikut terbangun karena keributan dan mendatangi lokasi sambil membawa pisau. Yang membuat situasi makin tidak terkendali adalah satu kalimat yang dilontarkan AW, bahwa orang-orang dari daerahnya tidak pernah bikin masalah, dan yang biasanya bikin masalah adalah orang luar.

Kalimat itu memicu kemarahan sejumlah pekerja lain di sekitar lokasi. Mereka kemudian memukuli YK dan rekan-rekannya secara beramai-ramai.

Akibatnya, sejumlah korban mengalami luka serius. AW sendiri mengalami luka di bibir, mata, pipi, tangan kanan, dan kaki kiri. Dua pekerja lain, RBB dan FRM, juga mengalami luka di berbagai bagian tubuh akibat pemukulan tersebut.

Nyawa yang Tak Terselamatkan

Para korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis. Namun, lima hari setelah kejadian, tepatnya Jumat (11/9) malam, AW akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Jenazah AW kini masih disemayamkan di kamar jenazah RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar. Pihak keluarga, khususnya ayah kandung korban, telah menyetujui proses autopsi untuk mengungkap penyebab kematian secara lebih pasti.

Dari lokasi kejadian, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa pisau, besi pipa, batako, ember, dan kayu, benda-benda yang menunjukkan betapa cepatnya kericuhan itu berubah menjadi kekerasan kolektif.

Saat ini, ke-13 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif untuk memastikan siapa saja yang benar-benar terlibat dalam pengeroyokan tersebut, sementara proses hukum terhadap kasus ini masih terus bergulir.

Berita Terkait

Iklan