Langsung ke konten
Bali Bali
Iklan
News

Kintamani Diterjang Angin 27 Knot, BMKG Ingatkan Warga Bali Waspada Sampai Besok

Giostanovlatto
Kintamani Diterjang Angin 27 Knot, BMKG Ingatkan Warga Bali Waspada Sampai Besok
Foto Petugas sedang menangani pohon Tumbang akibat Angin Kencang di Kintamani
Iklan

LambeTurahBali - Kalau pagi ini kamu di Kintamani merasa anginnya lebih kencang dari biasanya, itu bukan perasaanmu saja. Alat pemantau cuaca BMKG mencatat angka yang cukup mengejutkan untuk kawasan dataran tinggi ini.

Automatic Weather Station (AWS) Kintamani mencatat kecepatan angin mencapai 27 knot, setara sekitar 14 meter per detik, pada pukul 06.20 Wita, Sabtu (12/9/2026). Angka itu jauh di atas kecepatan angin normal yang biasa dirasakan warga sehari-hari.

Kenapa Kintamani Jadi yang Paling Terasa

Menurut prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Desak Made Pera Rosita Dewi, penguatan angin ini dipicu oleh angin lapisan atas atmosfer, khususnya di sekitar ketinggian 1.500 meter. "Kondisi tersebut umumnya lebih terasa di wilayah dataran tinggi, seperti Kintamani," jelasnya.

Ini yang menjelaskan kenapa dampaknya tidak merata di seluruh Bali. Kawasan pegunungan seperti Kintamani memang jadi titik paling sensitif terhadap perubahan angin di lapisan atas, karena posisinya yang lebih tinggi membuatnya langsung terpapar pergerakan udara yang biasanya tidak terlalu terasa di dataran rendah.

Tapi bukan berarti wilayah lain aman. BMKG menyebut potensi angin kencang serupa juga masih bisa dirasakan di pesisir utara, timur, dan selatan Bali, jadi bukan cuma soal Kintamani saja.

Penyebabnya Bukan Hal Baru, Tapi Tetap Perlu Diwaspadai

Fenomena ini terjadi karena Bali masih berada dalam periode musim kemarau dan belum memasuki musim peralihan. Pada masa seperti ini, perbedaan tekanan udara antara Belahan Bumi Utara dan Selatan bisa cukup signifikan, dan itulah yang memicu penguatan angin secara umum di wilayah Bali.

Berdasarkan pemodelan cuaca terbaru, kondisi angin kencang ini diperkirakan masih berlanjut hingga Minggu (13/9/2026). Artinya, warga di kawasan dataran tinggi maupun pesisir masih perlu bersiap menghadapi kondisi serupa setidaknya untuk satu hari ke depan.

Yang Perlu Diwaspadai Warga

Angin sekencang ini bukan cuma soal tidak nyaman saat beraktivitas di luar ruangan. Risiko paling nyata adalah pohon tumbang, yang bisa membahayakan siapa saja yang kebetulan berteduh di bawahnya saat angin menguat tiba-tiba.

BMKG secara khusus mengimbau masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon besar selama periode ini, sekaligus terus memantau informasi resmi lewat kanal BMKG untuk perkembangan terbaru. "BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan kecepatan angin, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan," tegas Desak.

Lihat postingan di Instagram

Berita Terkait

Iklan