Dokter di Denpasar Diduga Aniaya Kekasih, Wajah Korban Lebam. Ini Kata Polisi
LambeTurahBali - Sebuah foto luka lebam di wajah seorang perempuan beredar di media sosial pekan ini. Yang membuat publik makin terkejut, sosok yang dituding jadi pelaku ternyata berprofesi sebagai dokter.
Kronologi yang Diakui Polisi
Perempuan berinisial NMADA (25) resmi melaporkan kekasihnya sendiri, IKAAP (32), ke Polresta Denpasar atas dugaan penganiayaan. Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan laporan tersebut.
Peristiwa terjadi Senin (10/8/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita, di Jalan Soka, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Menurut keterangan polisi, pertengkaran antara keduanya berujung pada dugaan kekerasan fisik yang dilakukan IKAAP terhadap korban.
"Tindak pidana dugaan penganiayaan. Kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Denpasar," kata Adi Saputra.
Luka yang Tak Bisa Disembunyikan
Dari rekaman kejadian yang diperoleh polisi, IKAAP diduga memukul korban dengan tangan kosong, mengenai bagian wajah termasuk area mata sebelah kiri. Dampaknya tidak main-main.
"Dengan adanya kejadian ini, korban mengalami memar pada bagian muka, kepala ada benjolan, memar pada tangan sebelah kiri dan punggung memar," ujar Adi.
Yang membuat kasus ini lebih berat dari sekadar pertengkaran biasa, korban disebut sudah beberapa kali mengalami kekerasan serupa dari pasangannya sendiri sebelum akhirnya memilih melapor ke polisi. Pola berulang seperti ini kerap jadi tanda bahwa kekerasan dalam hubungan tidak berhenti dengan sendirinya tanpa intervensi dari luar.
Kasus Kini di Tangan Satreskrim
Penanganan perkara ini kini berada di bawah Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar. Adi memastikan proses hukum akan berjalan berdasarkan laporan resmi yang sudah masuk.
"Saat ini kasus tersebut ditangani Sat Reskrim Polresta Denpasar," katanya.
Bagi siapa pun yang mengalami atau mengenal orang di sekitarnya yang mengalami kekerasan dalam hubungan, langkah melapor seperti yang dilakukan korban dalam kasus ini sering kali menjadi titik awal yang paling sulit, sekaligus paling penting. Publik kini menunggu proses hukum ini berjalan sampai tuntas.
Tag Terkait