Langsung ke konten
Bali Bali
News

Kebakaran Nakula Meluas Jadi 5 Hektare, Petugas Damkar Butuh Alat Berat untuk Padamkan Api

Giostanovlatto
Kebakaran Nakula Meluas Jadi 5 Hektare, Petugas Damkar Butuh Alat Berat untuk Padamkan Api

LambeTurahBali - Kebakaran yang semalam awalnya cuma terdengar seperti insiden bedeng dan gudang rongsokan biasa, ternyata jauh lebih besar dari perkiraan awal. Kini terungkap, api yang melanda kawasan Jalan Nakula, Gang Jatayu, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, sudah melahap lahan seluas 4 hingga 5 hektare.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Denpasar, I Made Tirana, mengungkap skala penanganan kali ini cukup besar. Total 18 armada dikerahkan, terdiri dari 12 unit milik Denpasar dan enam unit bantuan dari Kabupaten Badung.

"Luasnya sekitar 4 sampai 5 hektare," ujar Tirana, Selasa (1/9/2026).

Lokasi kebakaran ini bukan area kosong biasa. Kawasan tersebut berdekatan langsung dengan permukiman penduduk, dan di sekitarnya terdapat lahan serta gudang yang biasa dipakai pemulung untuk mengumpulkan sampah.

Justru dari situlah muncul kendala terbesar dalam proses pemadaman. Sejumlah titik api ternyata tertutup material seng bekas atap gudang, membuat petugas kesulitan menjangkau sumber api secara langsung.

Lihat postingan di Instagram

"Kalau bisa alat beratnya cepat datang, ya kita bisa cepat atasi. Ya kurang lebih dua sampai tiga hari (proses pemadaman)," ujar Tirana.

Untuk mengatasi hambatan ini, petugas di lapangan kini menunggu kedatangan alat berat ekskavator guna membongkar tumpukan seng yang menutupi titik-titik api tersembunyi. "Mengingat luasnya, sangat luas dan juga medan yang kita tangani cukup lumayan ini, semua tertutup seng," sambungnya.

Kabar baiknya, di tengah skala kebakaran yang cukup besar ini, Tirana memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski begitu, dampaknya tetap terasa luas bagi warga sekitar, mengingat ratusan kepala keluarga di kawasan perbatasan Legian-Denpasar ini turut terdampak sejak kebakaran pertama kali diketahui Senin (31/8) malam.

Menutup keterangannya, Tirana mengingatkan warga Denpasar untuk lebih waspada terhadap risiko kebakaran, terutama di tengah cuaca panas dan musim kemarau panjang yang membuat lahan kering jadi lebih mudah tersulut. "Tetap waspada dan jangan sekali-sekali sampai ada masyarakat Denpasar yang membakar sampah sembarangan," pungkasnya.

Berita Terkait