Langsung ke konten
Bali Bali
News

WN Inggris Ditemukan Tewas di Vila Kerobokan, 18 Botol Suplemen Berserakan di Sekitar Tubuhnya

Giostanovlatto
WN Inggris Ditemukan Tewas di Vila Kerobokan, 18 Botol Suplemen Berserakan di Sekitar Tubuhnya

LambeTurahBali - Sabtu malam (29/8) yang mestinya berjalan biasa saja berubah jadi mencekam bagi staf sebuah vila di Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung. Sekitar pukul 21.30 WITA, mereka menemukan seorang tamu asal Inggris berinisial YR (24) sudah tak bernyawa di dalam kamar nomor 3.

Penemuan ini bermula dari kecurigaan sederhana. Korban tidak kunjung keluar kamar sejak dini hari, padahal biasanya aktivitasnya terpantau normal.

"Korban terakhir kali terlihat oleh staf vila pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Karena pesan singkat dari satpam tidak direspons dan pintu tidak dibuka saat digedor, saksi akhirnya menghubungi pecalang untuk membuka pintu memakai kunci duplikat," ujar Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Senin (31/8/2026).

Begitu pintu berhasil dibuka, kondisi yang terlihat cukup mengejutkan. Korban ditemukan telentang di atas kasur, memakai pakaian serba hitam lengkap dengan kaos kaki, dengan tubuh yang sudah dalam kondisi kaku.

"Tubuh korban sudah kaku saat ditemukan dan dari mulutnya mengeluarkan cairan bercampur darah. Selain itu, bagian kelamin korban juga mengeluarkan cairan," jelas Ayu.

Yang menarik perhatian petugas saat olah TKP bukan cuma kondisi jasad, melainkan juga barang-barang yang berserakan di sekitar kamar. Ditemukan 18 botol suplemen NOW Inositol, dua buah kunci inggris, dua set kunci L, serta satu unit blender, dengan kondisi kamar yang berantakan.

"Petugas menemukan 18 botol suplemen NOW Inositol, dua buah kunci inggris, dua set kunci L, serta satu unit blender di lokasi. Kondisi kamar korban saat ditemukan juga dalam keadaan berantakan dengan barang-barang berserakan di lantai," kata Ayu.

Tim Identifikasi Polres Badung bersama petugas Puskesmas Kuta Utara segera melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, membuat penyebab kematiannya masih menjadi tanda tanya.

"Hasil pemeriksaan luar tim identifikasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Namun, untuk memastikan penyebab pasti kematiannya, perlu dilakukan tindakan autopsi lebih lanjut," tegas Ayu.

Jenazah korban kemudian dievakuasi tim BPBD Kabupaten Badung menuju RSUP Prof Ngoerah Denpasar untuk penanganan medis lebih lanjut. Sementara itu, personel di lapangan sudah mengamankan seluruh barang bukti dan memasang garis polisi di lokasi kejadian, menunggu hasil autopsi yang diharapkan bisa mengungkap penyebab pasti kematian YR.

Berita Terkait