Langsung ke konten
Bali Bali
Iklan
News

Kecelakaan Maut Bypass Ngurah Rai, Pengendara NMAX Tewas Usai Nyalip dari Kiri

Giostanovlatto
Kecelakaan Maut Bypass Ngurah Rai, Pengendara NMAX Tewas Usai Nyalip dari Kiri
Iklan

LambeTurahBali - Kamis pagi (10/9/2026), sekitar pukul 08.15 Wita, lalu lintas di Jalan Bypass Ngurah Rai kilometer 6, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, berjalan seperti biasa. Sampai satu manuver menyalip yang keliru mengubah pagi itu jadi tragedi dalam hitungan detik.

Seorang pengendara Yamaha NMAX berinisial PS (50), asal Banjar, Buleleng, tewas di tempat kejadian setelah motornya bertabrakan dengan mobil listrik BYD.

Menurut keterangan Kasubnit Laka Satlantas Polresta Denpasar, Ipda Nila Cahyaning Wisnu, PS dan mobil BYD bernomor polisi DK 1273 ADX sama-sama melaju dari selatan ke utara. Mobil BYD berada di lajur kanan, dan PS memilih menyalip dari sisi kiri.

Masalahnya muncul setelah proses menyalip selesai. NMAX yang dikendarai PS langsung berpindah ke lajur kanan, tepat ke jalur yang sedang ditempati mobil BYD. Tabrakan pun tak terhindarkan.

Benturan itu mendorong tubuh PS hingga menghantam median jalan. Ia mengalami luka fatal di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi. Pengendara BYD, KBMVO (56), selamat, namun kendaraannya mengalami kerusakan. Korban sempat dievakuasi ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah Denpasar, meski nyawanya sudah tidak tertolong sejak di TKP.

Menyalip dari kiri lalu langsung memotong ke lajur kanan adalah salah satu pola kecelakaan paling umum di jalan-jalan dengan median tinggi seperti Bypass Ngurah Rai. Begitu pengendara berpindah lajur tanpa jarak aman, ruang untuk bereaksi nyaris tidak ada, baik bagi pengendara motor maupun mobil di sekitarnya.

Di titik kilometer 6 ini, median jalan berfungsi sebagai pembatas kaku, bukan bahu jalan yang bisa jadi ruang toleransi. Begitu keseimbangan motor goyah usai tabrakan, benturan berikutnya ke median nyaris tidak terhindarkan.

Kasus ini kini ditangani Satlantas Polresta Denpasar untuk memastikan kronologi dan penyebab pastinya. Bagi pengendara yang setiap hari melintasi Bypass Ngurah Rai, kejadian ini jadi pengingat sederhana: menyalip dari kiri boleh saja, tapi kembali ke lajur kanan butuh jarak aman, bukan reflek cepat.

Berita Terkait

Iklan