Keluarga Eks Istri Polisi Ungkap Pengakuan Mengejutkan: Lorenza Disebut Pernah “Dijual” ke Wakapolda
LambeTurahBali - Ada satu bagian dari cerita Winda Lorenza yang kini kembali muncul ke permukaan, dan kali ini datang dari keluarganya sendiri.
Keluarga mantan istri anggota polisi tersebut mengungkap bahwa Lorenza semasa hidup pernah bercerita dirinya “dijual” oleh mantan suaminya, Brigadir Imam (I), kepada seorang atasan yang saat itu disebut menjabat sebagai wakapolda.
Pengakuan itu disampaikan keluarga dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Mereka sekaligus meminta publik tidak membentuk citra negatif terhadap Lorenza setelah kematiannya.
“Dia mulai hancur itu, sejak Imam menjual ke atasannya,” ujar pihak keluarga dalam video tersebut.
Menurut keluarga, peristiwa itu disebut terjadi sekitar 2020-2021. Sosok atasan yang dimaksud disebut kemudian pindah ke Jakarta dan, menurut pengakuan keluarga, kini menjabat sebagai kapolda di salah satu provinsi.
Keluarga juga mengatakan Lorenza pernah mengaku dirinya beberapa kali “dijual”, termasuk disebut pernah dibawa ke luar negeri oleh mantan suaminya.
Namun, sampai titik ini, seluruh cerita tersebut masih merupakan keterangan dari pihak keluarga, bukan fakta yang telah dinyatakan terbukti oleh penyidik.
Polisi pun merespons serius tudingan tersebut.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan pihak yang menyampaikan informasi akan diperiksa untuk memastikan kebenarannya.
“Ini keterangannya. Itu keterangan daripada yang bersangkutan. Maka kami akan melakukan pemeriksaan juga terhadap yang memberikan informasi,” kata Ferry, Kamis (3/9/2026).
Cerita tersebut muncul ketika kematian Lorenza sendiri masih menyisakan pertanyaan bagi keluarganya.
Lorenza sebelumnya disebut meninggal dunia pada Minggu (2/8/2026) di rumah orang tua mantan suaminya di salah satu perumahan di Kota Medan. Polisi menyatakan Lorenza meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik Brigadir Imam.
Hasil autopsi yang disampaikan polisi disebut menemukan luka tembak di kepala dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain. Polisi juga menyebut tidak menemukan residu peluru pada jari Brigadir Imam.
Tetapi keluarga memiliki versi berbeda.
Ayah Lorenza, Sanalui Gowasa (56), sebelumnya mengatakan keluarga menemukan sejumlah hal yang mereka anggap janggal, termasuk bekas seperti cekikan di leher dan lebam di sekitar mata.
“Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri, ini hasil dianiaya,” kata Sanalui pada 5 Agustus.
Kini ada dua hal yang sama-sama perlu dibuktikan: bagaimana sebenarnya Lorenza meninggal, dan apakah cerita yang disampaikan keluarga tentang dugaan “dijual” tersebut dapat dibuktikan melalui penyelidikan.
Polisi mengatakan pemeriksaan terhadap pihak yang memberikan informasi akan dilakukan. Dari sana, publik menunggu apakah pengakuan yang selama ini hanya muncul dari cerita keluarga akan menemukan bukti yang bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Lorenza.
Lihat postingan di Instagram
Tag Terkait