Langsung ke konten
Bali Bali
Iklan
News

Korban Tewas di Kelingking Datang Sendirian, Jenazah Masih Tertahan di Nusa Penida

Giostanovlatto
Korban Tewas di Kelingking Datang Sendirian, Jenazah Masih Tertahan di Nusa Penida
Evakuasi mayat WN Australia yang terjatuh di tebing pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Bali, Sabtu (12/9/2026). (Dok. Humas Polres Klungkung).
Iklan

LambeTurahBali - Dua hari berlalu sejak Brianna Lani Cronin (29) ditemukan tak bernyawa di Pantai Kelingking, tapi jenazahnya masih tertahan di RS Gema Santi, Nusa Penida, Senin (14/9/2026). Bukan karena masalah administrasi biasa, tapi karena satu kendala yang justru menunjukkan sisi tragis lain dari kasus ini: pihak konsulat sampai sekarang masih berjuang menghubungi keluarganya di Australia.

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, menjelaskan proses koordinasi terus berjalan sejak hari kejadian, tapi hambatan utamanya justru di tahap paling mendasar. "Sampai hari ini jenazah korban masih di kamar jenazah RS Gema Santi Nusa Penida. Dari kemarin kami terus melakukan koordinasi. Informasi terakhir pihak dari kedutaan masih berupaya menghubungi keluarga korban di Australia," terangnya.

Ini insight penting yang mengubah cara kita membaca kasus ini. Bukan birokrasi yang lambat, melainkan sulitnya menjangkau keluarga korban itu sendiri yang jadi penghambat utama, situasi yang mengindikasikan Brianna mungkin bepergian tanpa banyak orang di rumah yang tahu detail perjalanannya.

Fakta yang membuat kasus ini terasa lebih menyayat, korban diketahui datang ke Nusa Penida seorang diri. Ia tiba sekitar 10 September dan menginap di salah satu hotel di Desa Ped, empat hari sebelum kejadian nahas di Kelingking.

Menurut keterangan saksi, Brianna menuju Pantai Kelingking hanya diantar seorang driver, tanpa ada teman perjalanan yang menyertainya. "Dari keterangan saksi, korban ke Pantai Klingking sendirian dan hanya diantarkan driver. Selanjutnya apakah kemungkinan ada teman saat di hotel atau datang ke Nusa Penida masih kami dalami," jelas Kesuma.

Polisi sendiri masih mendalami kemungkinan apakah ada kenalan atau teman yang sempat bertemu Brianna selama masa menginapnya, sebuah upaya yang sekaligus bisa mempercepat proses kontak dengan pihak keluarga di Australia.

Detail lain yang terungkap dari penyelidikan, Brianna ternyata menuju jalur tebing yang memang tidak disiapkan pengelola untuk dilalui wisatawan. Sebelum akhirnya terjatuh ke pesisir pantai, ia sempat tersangkut di sebuah batang kayu terlebih dahulu.

Ini menegaskan kembali risiko yang selama ini melekat di kawasan Kelingking Beach, medan tebingnya yang curam dan berbahaya kerap menggoda wisatawan untuk mengambil sudut foto ekstra, meski jalurnya bukan yang direkomendasikan pengelola untuk keselamatan pengunjung.

Selama pihak konsulat belum berhasil menjangkau keluarga korban, jenazah Brianna akan terus berada di RS Gema Santi. Proses pemulangan baru bisa dilakukan setelah ada kejelasan komunikasi dengan keluarga, langkah yang tentu tidak bisa dipercepat begitu saja mengingat prosedur repatriasi jenazah WNA membutuhkan persetujuan resmi dari pihak keluarga maupun kedutaan.

Berita Terkait

Iklan