Langsung ke konten
Bali Bali
Iklan
News

Kronologi Lengkap Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak hingga Terbalik

Giostanovlatto
Kronologi Lengkap Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak hingga Terbalik
Foto: Potret udara Kapal Virgo Transport 8 yang terbalik usai hilang kontak di Laut Jawa. (dok.Basarnas)
Iklan

LambeTurahBali - Perjalanan rutin Surabaya-Banjarmasin yang biasanya berlangsung tenang, berubah jadi bencana di tengah malam. Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak setelah melaporkan cuaca buruk, sebelum akhirnya dipastikan mengalami kemiringan hingga terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Dari total 243 orang yang tercatat di manifes kapal, 107 orang berhasil dievakuasi selamat, sementara enam orang dilaporkan meninggal dunia. Proses pencarian dan pendataan korban lainnya masih terus berlangsung hingga saat ini.

Kronologi Singkat: Dari Cuaca Buruk sampai Kapal Terbalik

Sekitar pukul 01.00 WIB, Minggu (13/9/2026), Kapal Virgo Transport 8 melaporkan menghadapi cuaca buruk di rute Surabaya-Banjarmasin, sebelum akhirnya hilang kontak. Menurut Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, kapal diduga mulai mengalami kemiringan sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Kapal ini membawa muatan yang cukup besar, terdiri dari 30 kru, 27 mitra kerja, 59 penumpang dewasa, 1 anak-anak, serta 126 sopir dan kernet, ditambah 89 unit kendaraan. Laporan resmi baru diterima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WIB, dan tim SAR langsung bergerak dua puluh menit kemudian menuju lokasi terakhir kapal yang berjarak sekitar 80 mil laut, atau sekitar lima jam perjalanan dari Dermaga SAR Basirih.

Kabasarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii menyampaikan langsung informasi awal kejadian ini kepada wartawan. "Dilaporkan info awal operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Selatan," katanya.

Evakuasi Melibatkan Banyak Pihak

Proses penyelamatan bukan hanya mengandalkan armada Basarnas. Sejumlah kapal yang kebetulan berada di sekitar lokasi turut membantu evakuasi, termasuk KM Hai Da, MT Mauhaw, dan TB TCP, ditambah KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin. Basarnas sendiri mengerahkan helikopter SAR, KN SAR Laksmana 241, hingga berkoordinasi dengan KRI TNI AL dan Polairud.

Detik-detik Menegangkan dari Sudut Pandang Korban Selamat

Salah satu korban selamat, Ahmad Saudi, menceritakan momen menegangkan saat kapal mulai miring ketika ia sedang tidur di sofa. "Waktu saya tidur kan, saya kan tidur di kursi, di sofa. Jadi saya tidur itu ada orang lari. Saya tanya kenapa? Kapal miring. Terus saya berdiri, ternyata miring sungguhan," ceritanya.

Ia kemudian berpegangan di jendela sebelum berpindah ke bagian atas kapal, bertahan hingga perahu karet muncul dan akhirnya melompat menyelamatkan diri. Yang membuat kesaksiannya penting, Ahmad menyebut tidak ada alarm peringatan sama sekali saat kapal mulai miring, dan banyak penumpang di kamar kelas ekonomi, sebagian besar perempuan, diduga terjebak karena kecepatan kemiringan kapal yang terlalu cepat untuk sempat mereka hindari.

Penyebab Masih Diinvestigasi

Heri Purwanto menegaskan penyebab pasti insiden ini masih dalam penyelidikan, mencakup kemungkinan faktor alam, teknis kapal, maupun kesalahan manusia. Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin kini telah membuka posko di Terminal Penumpang Bandarmasih, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, sebagai pusat koordinasi penanganan dan komunikasi dengan keluarga korban.

Proses pencarian korban yang belum ditemukan masih terus berlangsung, sementara investigasi menyeluruh diperkirakan akan menentukan apakah insiden ini murni akibat cuaca ekstrem atau ada faktor lain yang turut berkontribusi.

Berita Terkait

Iklan