Langsung ke konten
Bali Bali
Iklan
News

50 Jurnalis Bali Berdoa untuk Wartawan yang Hilang Liput Anak Krakatau

Giostanovlatto
50 Jurnalis Bali Berdoa untuk Wartawan yang Hilang Liput Anak Krakatau
foto jurnalis Bali doa wartawan hilang Krakatau
Iklan

LambeTurahBali - Ada delapan orang yang belum juga ditemukan sejak hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, dan hari ini pencarian mereka memasuki hari ketujuh. Di Bali, lebih dari 50 jurnalis dari berbagai organisasi profesi media berkumpul untuk menggelar doa bersama, berharap keajaiban masih mungkin terjadi.

Doa bersama ini digelar di depan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Minggu (13/9/2026), tepat sehari sebelum genap sepekan operasi pencarian berlangsung. Kegiatan ini bukan inisiatif satu organisasi saja, melainkan gabungan dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Denpasar, AJI Denpasar, IWO Bali, IJTI Bali, PENA NTT, dan AMSI Bali, sinyal betapa kuatnya solidaritas komunitas jurnalis di Bali terhadap kejadian ini.

Bukan Sekadar Rekan Kerja, Tapi Senior yang Dikenal Langsung

Ketua PFI Denpasar, Dicky Bisinglasi, menjelaskan doa bersama ini digelar sebagai dukungan moral bagi keluarga korban, sekaligus harapan agar tim SAR menemukan titik terang jelang hari ketujuh pencarian. "Kami semua berharap agar besok pada hari ketujuh bisa ditemukan atau bisa ada hasil yang lebih baik dengan doa-doa yang kita panjatkan hari ini," katanya.

Yang membuat kejadian ini terasa lebih personal bagi Dicky dan rekan-rekannya, para wartawan yang hilang bukan orang baru di dunia peliputan bencana. Mereka disebut memiliki pengalaman dan pemahaman mitigasi risiko yang matang saat bertugas di lapangan, bukan wartawan pemula yang minim persiapan.

"Namun rupanya naas menghampiri, entah apa yang terjadi. Mereka-mereka ini juga bukan orang baru, mereka adalah senior-senior saya. Saya pribadi kenal empat dari kelima orang itu," ujarnya.

Delapan Nama yang Ditunggu Kabarnya

Lima wartawan yang hilang kontak yakni Muhammad Bagus Khoirunnas (fotografer Antara Biro Banten), Arie Basuki (fotografer Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (fotografer iNews.id), Firdaus Wajidi (videografer Anadolu Agency), dan Donal Husni (wartawan visual lepas). Empat dari lima nama ini tercatat sebagai anggota PFI dari Jakarta dan Tangerang.

Sementara itu, tiga awak kapal yang turut dalam perjalanan tersebut adalah Warta selaku nahkoda, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heritanto sebagai pemandu. Delapan nyawa ini kini jadi fokus operasi SAR yang terus berlangsung di perairan Selat Sunda.

Bukan Cuma Doa, Tapi Juga Puisi untuk Mengenang

Selain doa bersama, acara ini turut diisi pembacaan puisi "Kabar dari Laut" karya Pranita Dewi dari Denpasastra, serta "Anak Yang Memeluk Matahari" karya Moch Satrio Welang. Dua puisi ini jadi cara komunitas jurnalis Bali menyalurkan kegelisahan sekaligus harapan lewat medium yang lebih personal dibanding sekadar pernyataan resmi.

Bagi kalangan jurnalis di Bali, momen ini juga jadi pengingat keras bahwa peliputan di wilayah bencana menyimpan risiko besar, bahkan bagi wartawan paling berpengalaman sekalipun. "Sehingga harapan kita semua dengan adanya doa hari ini, dapat mempermudah pencarian tim rescue dan membuahkan hasil," tandas Dicky.

Berita Terkait

Iklan