Langsung ke konten
Bali Bali
Entertainment

"Saya Tidak Pernah Jual Produk Itu," Doktif Bantah Tudingan Persaingan Bisnis di Sidang Richard Lee

Giostanovlatto
"Saya Tidak Pernah Jual Produk Itu," Doktif Bantah Tudingan Persaingan Bisnis di Sidang Richard Lee

LambeTurahBali - Kalau dituduh bersaing bisnis, biasanya orang akan menunjukkan produk sendiri yang bersaing di pasar yang sama. Masalahnya, Doktif punya jawaban yang justru membalikkan seluruh logika tuduhan itu.

Bantahan yang Menohok Langsung ke Inti Masalah

Sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran hak konsumen dan UU Kesehatan yang menyeret Richard Lee kembali memanas. Kali ini, ketegangan muncul dari adu argumen langsung antara Richard Lee dan Samira Farahnaz, yang lebih dikenal publik sebagai Doktif.

Richard Lee menuding motif review Doktif selama ini didasari persaingan bisnis. Doktif membantahnya secara tegas, dengan alasan yang cukup sederhana tapi sulit dibantah: ia tidak pernah menjual produk sejenis dengan Richard Lee.

"Saya tidak pernah menjual white tomato, glubio, dan red skin," kata Doktif, dikutip dari video di YouTube.

Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari perdebatan semacam ini. Tuduhan persaingan bisnis biasanya bertumpu pada asumsi ada produk yang bersaing langsung di pasar yang sama. Kalau produk itu tidak pernah ada di sisi Doktif, argumen persaingan bisnis jadi kehilangan pijakannya.

Doktif Pakai Kartu "Hak Konsumen"

Bukan cuma membantah, Doktif juga menegaskan posisinya secara hukum. Ia mengklaim tindakannya mereview produk dilakukan murni sebagai konsumen, sebuah hak yang dijamin undang-undang.

"Saya mereview produk DRL dengan kapasitas sebagai konsumen. Kalau lawyer terdakwa keberatan, silakan ajukan penghapusan UU Perlindungan Konsumen! Tapi selama undang-undang itu masih ada, saya tetap akan mereview," tegasnya.

Doktif bahkan menyarankan pihak yang merasa dirugikan agar menempuh jalur hukum tersendiri, bukan mempersoalkannya di tengah sidang yang sedang berjalan.

Angka Miliaran yang Bikin Penasaran

Di sisi lain, kuasa hukum Richard Lee, Faizal Hafied, tidak tinggal diam. Ia menyebut indikasi persaingan bisnis justru terlihat dari seringnya angka nominal besar disebut-sebut dalam pembahasan kasus ini.

"Persaingan bisnis jelas banget. Soalnya ngomongin duit terus. Ya Rp40 miliar, Rp8 miliar, ratusan miliar gitu. Nanti akan kami ungkap lagi," ungkap Faizal.

Pernyataan itu menyisakan pertanyaan besar yang belum terjawab: angka-angka miliaran itu sebenarnya merujuk pada apa, dan siapa yang akan terbebani jika kelak terbukti relevan dengan kasus ini. Faizal sendiri mengisyaratkan detailnya baru akan dibuka di persidangan berikutnya.

Berita Terkait