Langsung ke konten
Bali Bali
News

Api Melahap Bangunan Semi Permanen di Sunset Road, 62 Warga Terpaksa Mengungsi ke Mushala

Giostanovlatto
Api Melahap Bangunan Semi Permanen di Sunset Road, 62 Warga Terpaksa Mengungsi ke Mushala

LambeTurahBali - Malam yang mestinya tenang di kawasan Sunset Road berubah jadi mimpi buruk bagi puluhan keluarga di Jalan Nakula, Gang Jatayu, Banjar Mergaya, Denpasar Barat. Kebakaran gudang rongsokan yang bermula Senin (31/8/2026) malam ternyata membawa dampak jauh lebih luas dari perkiraan awal, memaksa puluhan warga mengungsi hingga Selasa (1/9/2026) pagi.

Danramil 1611-07/Denpasar Barat, Mayor Cke I Made Oka Widianta, mengungkap skala dampak kebakaran ini cukup signifikan. Total 22 kepala keluarga atau 62 jiwa yang tinggal di sekitar lokasi terpaksa menyelamatkan diri dan mengungsi.

"Untuk data sementara ada 22 KK, terdiri dari 62 jiwa yang terdampak," kata Oka saat dikonfirmasi, Selasa.

Para pengungsi ini kini berteduh di Mushala Al Ikhlas, lokasi terdekat dari titik kebakaran yang jadi tempat perlindungan sementara sambil menunggu situasi kembali kondusif.

kebakaran Sunset Road Bali warga mengungsi

Menurut Oka, warga tidak punya banyak waktu untuk menyelamatkan barang-barang mereka saat api tiba-tiba membesar dan merambat cepat ke bangunan semi permanen di sekitarnya. Dua faktor jadi biang keladi kenapa api begitu sulit dikendalikan.

"Api cepat merambat karena angin kencang dan bangunan di sekitar terbuat dari bahan semi permanen seperti tripleks," ujarnya.

Kombinasi angin kencang dengan material bangunan yang mudah terbakar inilah yang membuat kebakaran meluas jauh melampaui titik awal kejadian, hingga akhirnya berdampak pada puluhan rumah warga di sekitar gudang rongsokan tersebut.

Di tengah situasi sulit ini, gotong royong warga sekitar dan LazisMU Kota Denpasar mulai bergerak menyalurkan bantuan. Pakaian bersih, selimut, karpet, dan makanan diberikan kepada para pengungsi yang kini menempati Mushala Al Ikhlas.

Proses pendataan warga terdampak sendiri melibatkan koordinasi antara kepala dusun, Dinas Sosial Kota Denpasar, dan pengurus mushala. Meski angka sementara mencatat 22 KK terdampak, jumlah ini masih berpotensi bertambah, mengingat sebagian warga yang tinggal di kawasan tersebut ternyata berasal dari luar Denpasar dan Badung.

"Kami masih melakukan pendataan. Kalau ada tambahan warga terdampak, agar segera dilaporkan supaya bantuan bisa disalurkan sesuai kebutuhan," pungkas Oka, membuka ruang bagi warga yang belum terdata untuk segera melapor agar bantuan bisa menjangkau seluruh korban terdampak.

Berita Terkait