Langsung ke konten
Bali Bali
News

Baru Selesai Makan Malam, Turis Australia Ini Kehilangan Kalung Emas Senilai Rp 225 Juta di Legian

Giostanovlatto
Baru Selesai Makan Malam, Turis Australia Ini Kehilangan Kalung Emas Senilai Rp 225 Juta di Legian

LambeTurahBali - Malam yang mestinya jadi penutup manis setelah makan malam di Legian, justru berubah jadi mimpi buruk bagi sepasang turis Australia. Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 20.48 WITA, RJB (68) dan istrinya, JR, jadi korban penjambretan saat sekadar berjalan kaki di Jalan Werkudara, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, Badung.

Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengungkap kerugian yang dialami korban tidak main-main. Dua kalung emas rantai seberat 50 gram dan 25 gram raib dalam hitungan detik.

"Korban kehilangan dua kalung emas rantai seberat 50 gram dan 25 gram. Atas kejadian tersebut pelapor atau korban mengalami kerugian sebesar Rp 225 juta," kata Adi, Selasa (1/9/2026).

Kronologinya sendiri terbilang cepat dan terencana. RJB dan istrinya baru saja menyelesaikan makan malam di sebuah restoran, sebelum memutuskan berjalan kaki menuju hotel tempat mereka menginap. Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan seorang pria yang berhenti di atas sepeda motor, mengenakan jaket bergaya ojek online.

Modusnya cukup licik. Setelah korban dan istrinya berjalan sekitar 3-4 meter melewati pria tersebut, pelaku tiba-tiba mendekat dari sisi kanan RJB dan merampas kalung yang dikenakannya secara paksa.

"Setelah mengambil kalung tersebut, pelaku kemudian langsung melajukan sepeda motornya meninggalkan TKP," ujar Adi.

Seluruh aksi ini ternyata terekam kamera CCTV, yang kemudian beredar luas di media sosial. Dari rekaman tersebut, pelaku terlihat beraksi seorang diri, mengendarai sepeda motor dengan jaket beratribut ojek online sebagai penyamaran.

Kini, tim Reskrim Polsek Kuta bergerak cepat menangani kasus ini. Petugas sudah mendatangi lokasi kejadian, mengambil keterangan korban dan saksi, sekaligus memeriksa rekaman CCTV di sekitar area untuk melacak identitas pelaku.

"Sampai saat ini tim Reskrim Polsek Kuta sudah melakukan pemeriksaan rekaman CCTV diduga pelaku dan masih menyusuri areal TKP untuk mendapatkan rekaman CCTV lainnya," kata Adi.

Kasus ini menambah daftar insiden kejahatan jalanan yang menyasar wisatawan di kawasan Legian, sekaligus jadi pengingat penting bagi turis maupun warga lokal untuk lebih waspada terhadap barang berharga saat berjalan kaki di malam hari, terutama di area padat wisatawan seperti Kuta dan sekitarnya.

Berita Terkait