Langsung ke konten
Bali Bali
Lifestyle

Bali Jadi “Halaman Belakang” Anak Jakarta? Ini Tempat yang Paling Sering Mereka Datangi

Giostanovlatto
Bali Jadi “Halaman Belakang” Anak Jakarta? Ini Tempat yang Paling Sering Mereka Datangi

LambeTurahBali - Kalau mendengar anak Jakarta bilang, “Weekend ke Bali yuk,” jangan buru-buru membayangkan itinerary penuh pura, museum atau perjalanan dari ujung utara ke selatan pulau.

Bisa jadi rencananya jauh lebih sederhana: beach club siang hari, sunset sore, restoran yang sedang viral malam hari, lalu party sampai larut.

Fenomena kecil ini menarik karena memperlihatkan bagaimana sebagian anak muda Jakarta menikmati Bali hari ini. Mereka tidak selalu datang untuk mengejar sebanyak mungkin destinasi, tetapi mencari tempat yang punya suasana, makanan, musik, pemandangan dan tentu saja sesuatu yang menarik untuk dibagikan ke media sosial.

Lambe Turah Bali melihat gambaran itu secara langsung ketika berbincang dengan enam orang asal Jakarta yang sedang menghabiskan liburan di Atlas Bali. Mario Raynaldo Dasiogol dan Effrata Ketaren termasuk dalam rombongan tersebut, yang datang ke Bali bertepatan dengan libur Maulid Nabi.

Mereka sudah tiga hari berada di Bali ketika ditemui dan masih punya tiga hari lagi sebelum kembali ke Jakarta. Total enam hari di Bali, tetapi bukan berarti enam hari itu harus diisi dengan mengejar seluruh objek wisata yang ada di Pulau Dewata.

Dari obrolan tersebut, terlihat bahwa beach club, sunset, party dan restoran yang sedang ramai dibicarakan menjadi bagian penting dari alasan mereka datang ke Bali.

Mario, misalnya, menceritakan bahwa perjalanan kali ini memang lebih banyak diarahkan untuk menikmati suasana Bali bersama teman-teman. Bukan tipe perjalanan yang setiap paginya harus bangun dengan daftar destinasi panjang dan mengejar waktu agar semuanya terkunjungi.

Effrata juga menggambarkan perjalanan mereka sebagai kesempatan untuk menikmati Bali dengan lebih santai. Enam hari memberi cukup waktu untuk nongkrong, makan, menikmati sunset dan berpindah ke tempat yang memang sedang ingin mereka datangi.

Dan kalau melihat peta Bali yang populer di kalangan wisatawan muda, pilihan mereka sebenarnya cukup mudah ditebak.

Canggu dan Berawa berada di posisi paling depan.

Kawasan ini menawarkan kombinasi yang sulit ditolak oleh kelompok wisatawan muda: beach club, kafe, bar, musik, surfing dan sunset. Atlas, FINNS, La Brisa serta deretan tempat makan dan nongkrong di sekitar Batu Bolong membuat kawasan ini tidak sekadar menjadi tujuan wisata, tetapi sudah berkembang menjadi semacam pusat lifestyle.

Datang menjelang siang, mencari tempat duduk, berenang atau nongkrong, menikmati sunset, lalu lanjut makan atau party. Satu kawasan bisa mengisi hampir seluruh agenda sehari.

Seminyak punya permainan yang sedikit berbeda. Kalau Canggu terasa lebih muda dan kasual, Seminyak menawarkan kombinasi restoran, cocktail bar, beach club, shopping dan nightlife dengan nuansa yang lebih stylish.

Sementara Uluwatu menjual sesuatu yang tidak dimiliki semua kawasan: pemandangan. Tebing, laut lepas dan sunset menjadi alasan tersendiri untuk datang, terutama bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman Bali yang terlihat spektakuler sekaligus fotogenik.

Berita Terkait