Dolly Parton Meninggal Dunia usai Berjuang Lawan Kanker di Usia 80
LambeTurahBali - Empat hari sebelum kabar duka ini menyebar, Dolly Parton sempat dilarikan ke rumah sakit. Dunia musik country pun kini harus merelakan kepergian salah satu ikonnya.
Legenda musik Dolly Parton meninggal dunia pada Selasa (25/8/2026) waktu setempat, di usia 80 tahun. Kabar ini menjadi pukulan berat bagi jutaan penggemarnya di seluruh dunia, meski sebelumnya sudah santer terdengar kabar kondisi kesehatannya terus memburuk.
Perwakilan resmi Dolly Parton akhirnya mengungkap penyebab kepergiannya, sebuah pertarungan yang ternyata berlangsung singkat namun berat.
"Setelah menghadapi perjuangan singkat melawan kanker, Dolly berpulang hari ini di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, dikelilingi orang-orang terkasihnya," demikian pernyataan resmi tim sang pelantun "Jolene", tanpa merinci jenis kanker yang dideritanya.
Yang bikin kabar ini terasa lebih menyayat, penurunan kesehatan Dolly ternyata sudah berlangsung cukup lama, bahkan sempat ia akui sendiri beberapa waktu sebelum kepergiannya.
Menurut laporan People, Dolly sempat berjuang melawan masalah ginjal dan autoimun sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit, empat hari sebelum ia menghembuskan napas terakhir.
Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari kabar duka semacam ini. Penurunan kesehatan Dolly ternyata berkaitan erat dengan momen personal yang sangat berat baginya, kepergian sang suami, Carl Dean, pada Maret 2025.
"Seperti yang telah saya sampaikan dalam berbagai pesan video sepanjang tahun lalu, saya sedang menghadapi sejumlah masalah kesehatan yang sempat saya abaikan saat saya sedang merawat Carl," ungkap Dolly sebelumnya.

Yang jarang disadari publik, banyak orang cenderung mengabaikan kesehatan diri sendiri saat sedang merawat orang terkasih yang sakit, sebuah pola yang tampaknya juga dialami Dolly selama masa-masa terakhir mendampingi suaminya.
Selain menyampaikan penyebab kepergiannya, pihak keluarga dan tim Dolly turut mengenang dedikasi panjang sang legenda sepanjang hidupnya.
"Dolly Parton yang kita cintai telah mendedikasikan hidup dan kariernya untuk menghadirkan sukacita, tawa, harapan, dan integritas dalam segala hal yang disentuhnya," tulis pihak Dolly dalam pernyataan resminya.
Kedermawanan Dolly bahkan disebut menjangkau jutaan orang yang bahkan tidak pernah ia temui secara langsung, mulai dari program literasi Imagination Library yang telah menyumbangkan ratusan juta buku ke seluruh dunia, hingga pendanaan penelitian yang berkontribusi pada pengembangan vaksin penyelamat jiwa.
Satu insight yang penting dicatat dari warisan Dolly, jejak kedermawanannya justru lebih banyak dirasakan lewat dampak jangka panjang di bidang literasi dan kesehatan global, bukan sekadar lewat karya musiknya semata.
Kabar kepergian Dolly sendiri pertama kali disampaikan lewat video oleh keponakannya sekaligus kepala keamanan pribadinya, Bryan Seaver, sesuai permintaan Dolly sendiri semasa hidupnya.
Kini, dunia musik kehilangan salah satu suara paling ikonis dalam sejarah country, namun warisannya lewat jutaan buku dan penelitian medis yang ia danai akan terus hidup jauh melampaui usianya sendiri.
Lihat postingan di Instagram
Tag Terkait