Hari Ke-12 Setelah Bencana, Prabowo Akhirnya Tinjau Langsung Dampak Gempa NTT di Nagekeo
LambeTurahBali - Dua belas hari setelah gempa mengguncang Nagekeo, Presiden Prabowo Subianto akhirnya menginjakkan kaki langsung di tanah yang paling terdampak.
Presiden Prabowo mengunjungi Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026), meninjau langsung penanganan dampak gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah ini sejak 15 Agustus lalu. Berdasarkan siaran langsung dari YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di helipad Nagekeo sekitar pukul 11.50 WIB menggunakan helikopter kepresidenan.
Ia didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
"Kunjungan ini juga akan menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam menangani dampak gempa di Pulau Flores, NTT," kata Prasetyo Hadi, Rabu (26/8/2026).
Kehadiran presiden langsung ke lokasi bencana bukan cuma soal simbol empati. Fungsi koordinasi antar-lembaga biasanya berjalan jauh lebih cepat begitu kepala negara turun langsung ke lapangan, dibanding sekadar mengandalkan laporan berjenjang dari daerah.
Prasetyo menegaskan, sejak awal Presiden Prabowo sudah memerintahkan penanganan darurat dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak.
Angka-angka bantuan yang sudah disalurkan pun terbilang besar. Sejak 15 hingga 24 Agustus 2026, pemerintah melalui Sekretariat Presiden telah mengirimkan 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, dan 10,29 ton air mineral, ditambah obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua set rumah sakit lapangan.
Dukungan kesehatan darurat ternyata sudah melibatkan kekuatan militer skala besar. KRI Soeharso-990 milik TNI AL kini bersandar di Pelabuhan Reo, Manggarai, difungsikan sebagai rumah sakit lapangan terapung, sementara Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga beroperasi di Teluk Nangalirang, Manggarai Timur.
"Di tingkat daerah, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasionalkan, masing-masing di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, untuk pelayanan operatif dengan 29 tindakan operasi yang telah dilakukan secara kumulatif, serta di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo," jelas Prasetyo.
Angka 29 tindakan operasi ini menggambarkan betapa seriusnya dampak fisik yang dialami korban gempa, jauh melampaui sekadar kebutuhan logistik dasar seperti makanan dan tempat tinggal sementara.
Prasetyo memastikan penanganan bencana ini tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat semata. Pemerintah berkomitmen melanjutkan proses pemulihan secara bertahap hingga warga NTT bisa kembali menjalani kehidupan normal.
"Tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan," ujar Prasetyo, menutup keterangannya.
Dua belas hari menunggu memang terasa panjang bagi warga yang masih tinggal di tenda pengungsian. Tapi kunjungan Prabowo ke Nagekeo ini menandai fase baru dalam proses pemulihan gempa NTT, satu yang lebih terkoordinasi, sekaligus memberi sinyal bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap wilayah terdampak akan terus berlanjut jauh melampaui masa tanggap darurat awal.
Tag Terkait