Langsung ke konten
Bali Bali
Entertainment

Sutradara Eugene Panji Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Kariernya

Giostanovlatto
Sutradara Eugene Panji Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Kariernya

LambeTurahBali - Cuma sehari sebelum kabar duka ini datang, Eugene Panji masih aktif mengunggah sesuatu yang penuh sukacita di Instagram-nya.

Sineas Eugene Panji dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (25/8/2026) di RS Siloam, Puri Cinere, Jakarta Selatan. Kabar duka ini pertama kali diketahui lewat pesan teks yang diterima Lambe Turah.

"Mengabarkan berita lelayu... Telah berpulang kawan Eugene Panji, sore ini, Selasa 25 Agustus, di RS Siloam, Puri Cinere, Jakarta Selatan," demikian awal kabar duka yang beredar.

Yang bikin kabar ini terasa mengejutkan, hingga saat ini penyebab kepergian Eugene Panji belum diketahui publik secara pasti.

Sehari sebelum kabar duka ini muncul, Panji justru masih aktif membagikan momen ringan di media sosialnya. Dalam unggahan bertanggal 24 Agustus, ia menyambut pergantian zodiak dengan caption penuh semangat, "VIRGO A GO GO!"

Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari kabar duka mendadak semacam ini. Jarak waktu yang begitu singkat antara unggahan penuh sukacita dan kabar kepergian sering membuat kehilangan terasa lebih berat bagi orang-orang terdekat, karena tidak ada tanda-tanda yang bisa dipersiapkan sebelumnya.

Kini unggahan terakhirnya justru dipenuhi komentar duka dari sahabat-sahabat di dunia hiburan. Melanie Subono dan Astrid Tiar menyematkan emotikon tangis, sementara Dira Sugandi menulis ucapan perpisahan singkat namun menyentuh, "Kamu orang baik Mas. RIP."

Penerbit KPG turut mengunggah ucapan belasungkawa, menyoroti perjalanan panjang Panji lintas medium berkarya. "Karya-karya Panji menjadi pengingat bahwa cerita dapat berpindah medium, dari layar, musik, hingga halaman buku, dan tetap menemukan jalannya untuk tinggal dalam ingatan penonton dan pembaca," tulis KPG dalam unggahannya.

Sutradara Eugene Panji Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Kariernya

Yang jarang disadari publik luas, jejak karier Eugene Panji sebenarnya jauh lebih luas dari sekadar dunia film. Ia mengawali kariernya sebagai sutradara video klip musik, menggarap karya untuk Naif lewat "Piknik '72" pada 1999, Agnez Mo lewat "Jera" pada 2004, hingga Slank lewat "Ngangkang".

Di layar lebar, film Cita-Citaku Setinggi Tanah garapannya bahkan sempat terpilih berkompetisi di Berlin International Film Festival 2013, capaian yang tidak banyak diraih sineas Indonesia lainnya.

Karya-karya lain yang pernah ia sutradarai antara lain Naura & Genk Juara the Movie pada 2017 dan 22 Menit pada 2018. Ia juga sempat berkolaborasi dengan komikus Mice dalam komik Bangsatnya Cinta Pertama, yang kemudian diadaptasi menjadi film pada 2023.

Perjalanan lintas medium inilah yang membuat kepergian Eugene Panji terasa kehilangan besar, bukan cuma bagi dunia film, tapi juga musik dan literasi visual Indonesia yang pernah ia sentuh sepanjang kariernya.

Berita Terkait