Groundbreaking PLTS 100 GWp Berubah Jadi Sesi Tanya Jawab, Bahlil Sempat Ditegur
LambeTurahBali - Prabowo tidak cuma meresmikan proyek. Dia langsung menguji satu per satu pejabatnya di depan umum, dan salah satu dari mereka sempat kena tegur karena jawabannya kurang lantang.
Presiden Prabowo Subianto memulai groundbreaking PLTS 100 gigawatt peak di Gilimanuk, Jembrana, Bali, dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih sekadar berpidato, ia langsung mengecek kesanggupan para menteri dan direksi BUMN satu per satu, di depan kamera.
"Kita launching listrik dari tenaga surya 100 gigawatt untuk bangsa Indonesia," kata Prabowo, sambil membandingkan dengan total kapasitas listrik nasional saat ini yang cuma 88 gigawatt dari gabungan batu bara, minyak, gas, dan geothermal.
Angka itu sendiri sudah jadi insight tersendiri. Artinya, proyek PLTS 100 gigawatt peak ini ditargetkan menghasilkan kapasitas yang lebih besar dari seluruh sumber energi Indonesia yang ada sekarang, digabung jadi satu.
Prabowo menegaskan dirinya serius soal target 3 tahun penyelesaian proyek ini, bukan sekadar formalitas seremonial semata.
Ujian pertama jatuh ke Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. "Menteri ESDM bisa dalam 3 tahun?" tanya Prabowo. Bahlil menjawab "Siap," tapi suaranya dianggap kurang tegas.
"Kok suaranya kok kurang keras. Siap?" tanya Prabowo lagi. Bahlil pun mengulang jawabannya dengan lebih lantang, "Siap!"
Yang jarang terjadi dalam acara seremonial semacam ini, presiden benar-benar meminta jawaban ulang di depan publik ketika merasa jawaban pertama kurang meyakinkan. Ini bukan sekadar simbolis, tapi cara Prabowo menegaskan bahwa komitmen ini harus terdengar tegas, bukan basa-basi.
Giliran berikutnya, CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan pihaknya siap mendukung proyek dalam rentang waktu yang sama. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pun menjawab tegas, "Siap koordinasi dan laksanakan."
Dirut PLN Darmawan Prasojo dan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri juga tidak luput dari pengecekan langsung.
"Dirut Pertamina?" tanya Prabowo. Simon awalnya menjawab singkat, "Siap," sebelum ditegur, "Siap atau apa?" Simon pun mengulang dengan lebih tegas, "Siap laksanakan!"
Prabowo menutup momen itu dengan komentar santai, "Ah itu begitulah kau," sebelum menegaskan bahwa seluruh pejabat yang hadir akan kembali berkumpul dalam 3 tahun untuk membuktikan hasil kerja mereka.
Momen tanya-jawab ini jadi pengingat sederhana, proyek energi terbesar dalam sejarah Indonesia ini kini punya saksi resmi, dan tenggat waktu yang tidak bisa lagi ditawar.
Tag Terkait