Bahlil Sebut PLTS 100 GWp Dieksekusi di Bali, Kandang Merah PDI-P
LambeTurahBali - Bahlil Lahadalia baru saja bikin satu momen politik yang jarang terjadi, memuji gubernur dari partai lawan koalisi di depan umum, sambil bercanda soal "setoran" dan "harga saham".
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut proyek PLTS 100 gigawatt peak sengaja dieksekusi di Bali, wilayah yang ia sebut sebagai "Kandang Merah" karena gubernurnya, I Wayan Koster, adalah kader PDI-P.
Yang bikin menarik, ini bukan sindiran. Bahlil justru menjadikannya bahan candaan sekaligus pesan politik soal kolaborasi lintas partai.
"Mengelola negara ini jangan dilihat warna," kata Bahlil saat peluncuran PLTS di Bali, mengingatkan bahwa presiden berasal dari Gerindra, dirinya sendiri Ketua Umum Golkar, tapi proyek strategis nasional justru dieksekusi di provinsi yang dipimpin kader PDI-P.
Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari proyek-proyek strategis semacam ini. Alasan Bali dipilih bukan sekadar simbol politik, tapi karena provinsi ini nyatanya masih bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel, sesuatu yang bertentangan dengan citra Bali sebagai destinasi ramah lingkungan.
"Selama ini ternyata Bali ini masih pakai PLTD, jadi tidak heran kemudian kalau ini kita lakukan di Bali, Pak, karena kampanyenya adalah green energy," ujar Bahlil.
Yang jarang dibahas, kesiapan lahan jadi salah satu alasan kenapa proyek ini bisa langsung dieksekusi tanpa berlarut-larut di tahap perencanaan. Koster disebut sudah menyiapkan 1.000 hektare lahan, dengan 320 hektare di antaranya langsung digunakan untuk lokasi proyek, lengkap dengan surat resmi yang sudah terbit.
Bahlil bahkan melontarkan candaan langsung ke Koster soal "setoran" dan kenaikan "harga saham" usai proyek ini rampung, cara khasnya membangun keakraban politik lintas partai di depan publik.
"Mudah-mudahan pikiran Pak Gubernur terilhami oleh semua kader partai politik yang ada di bangsa kita," kata Bahlil, menutup pujiannya untuk Koster.
Satu insight yang menarik dari momen ini, di tengah rivalitas politik yang kerap mewarnai proyek-proyek strategis daerah, kesiapan lahan dan eksekusi cepat justru bisa mengalahkan sekat partai, setidaknya untuk kali ini di Bali.
Tag Terkait