Prabowo Didampingi Bahlil dan Airlangga di Groundbreaking PLTS 100 GWp Bali
LambeTurahBali - Presiden Prabowo Subianto hadir di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Jembrana, mengenakan kemeja safari krem dan peci hitam, sesuai tayangan YouTube Sekretariat Presiden. Ia berjalan beriringan dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, sementara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengikuti dari belakang.
Yang jarang dibahas dari acara seremonial semacam ini adalah siapa yang benar-benar hadir, karena itu sering jadi indikator seberapa serius sebuah proyek diprioritaskan negara.
Prabowo menyalami satu per satu pejabat yang hadir, mulai dari CEO Danantara Rosan Roeslani, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Mensesneg Prasetyo Hadi, Dirut Pindad Sigit Puji Santosa, Wamen Komdigi Angga Raka, hingga Wakil Panglima TNI Letjen Tandyo Budi Revita. Kombinasi nama-nama ini melibatkan sektor energi, pertahanan, keamanan, hingga BUMN strategis dalam satu acara yang sama.
Di sinilah letak konteks yang sering hilang. Kehadiran Kapolri dan Wakil Panglima TNI dalam acara groundbreaking energi bukan sekadar formalitas, melainkan sinyal bahwa proyek PLTS 100 GWp ini dianggap sebagai bagian dari ketahanan nasional, bukan cuma proyek infrastruktur biasa.
Setelah sesi penyambutan, Prabowo dan seluruh pejabat menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama, dilanjutkan dengan doa sebelum acara utama dimulai.
Prasetyo Hadi menegaskan, Prabowo sendiri yang menginstruksikan percepatan pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt peak ini agar rampung pada 2029, dengan proyeksi efisiensi biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun.
Satu insight yang menarik, dari total potensi energi surya Indonesia sebesar 3.294 gigawatt peak, kapasitas yang baru terpasang hingga April 2026 cuma 1,5 gigawatt peak. Artinya, proyek ini baru menyentuh permukaan dari potensi yang sebenarnya jauh lebih besar.
Program ini juga diproyeksikan menciptakan 1,7 juta lapangan kerja baru, dengan lebih dari 760 ribu di antaranya masuk kategori green jobs, angka yang menjadikan PLTS 100 GWp bukan cuma proyek energi, tapi juga mesin ekonomi baru bagi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
Tag Terkait