Korban Gempa NTT Tembus 100 Orang, Angka Pengungsi Sentuh 180 Ribu Jiwa
LambeTurahBali - Angka yang selama beberapa hari terus bergerak naik akhirnya menembus titik yang bikin miris, seratus jiwa. Korban meninggal akibat gempa Flores di Nusa Tenggara Timur kini resmi mencapai 100 orang.
Kepala BNPB, Suharyanto, mengungkap data terbaru ini dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026).
Bukan Cuma Korban Jiwa, Ratusan Ribu Warga Kehilangan Tempat Tinggal
"Per hari ini yang meninggal dunia ada 100, kemudian luka-luka 1.603 jiwa, mengungsi 180.327 jiwa," kata Suharyanto.
Angka pengungsi ini yang paling bikin skala bencana ini terasa nyata. Lebih dari 180 ribu orang, kira-kira setara dengan populasi satu kota kecil, kini harus bertahan tanpa rumah, jauh dari kenyamanan tempat tinggal mereka sebelumnya.
73 Ribu Rumah Rusak, Sepertiganya Rusak Berat
Selain korban jiwa, gempa ini juga meninggalkan jejak kerusakan besar pada infrastruktur permukiman. BNPB mencatat total 73.818 rumah rusak, dengan rincian yang cukup mengkhawatirkan.
"Data sementara rumah rusak ada 73.818 unit, terbagi dalam rusak berat 23.276 unit, rusak ringan 17.563 unit, dan rusak ringan 32.979 unit," ujar Suharyanto.
Kalau dihitung, sekitar sepertiga dari total rumah yang rusak masuk kategori rusak berat. Artinya, puluhan ribu keluarga tidak bisa sekadar memperbaiki rumah mereka, tapi harus membangun ulang dari nol.
Fasilitas Umum Ikut Terdampak, dari Sekolah Sampai Kantor Pemerintahan
Dampak gempa ini juga menyasar fasilitas yang jadi tulang punggung kehidupan sehari-hari warga NTT. BNPB mencatat 1.915 unit fasilitas umum rusak, meliputi sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, hingga infrastruktur lainnya.
"Fasilitas umum data sementaranya, fasilitas umum adalah sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan infrastruktur infrastruktur lainnya ini ada 1.915 unit yang rusak," ujarnya.
Kerusakan sekolah dan fasilitas kesehatan tentu punya dampak jangka panjang, bukan cuma soal kerugian materi, tapi juga soal terhentinya akses pendidikan dan layanan dasar bagi warga yang terdampak.
Angka Ini Masih Bisa Bertambah, Pendataan Terus Berjalan
Suharyanto menegaskan seluruh angka yang dirilis hari ini masih bersifat sementara. Proses pendataan di lapangan masih terus berlangsung, sehingga kemungkinan besar data ini akan terus diperbarui dalam beberapa hari ke depan.
"Tentu saja ini data sementara, seiring berjalannya waktu data ini akan semakin lengkap," tambahnya.
Dengan angka korban jiwa yang sudah menembus seratus dan ratusan ribu warga masih mengungsi, publik kini menunggu langkah konkret pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan, sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai ke seluruh wilayah terdampak, tidak terkecuali daerah-daerah pelosok yang aksesnya masih sulit dijangkau.
Tag Terkait