Langsung ke konten
Bali Bali
News

Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu Usai Gempa NTT

Giostanovlatto
Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu Usai Gempa NTT

LambeTurahBali - Badan Geologi menemukan retakan sepanjang 100 meter di bibir kawah I (Tiwu Ata Polo) Gunung Kelimutu usai gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, beserta rentetan gempa susulannya.

Kepala Badan Geologi Lana Saria, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8/2026), mengatakan temuan tersebut didapatkan berdasarkan pengamatan lapangan dan survei menggunakan wahana udara nirkabel atau drone guna memantau perubahan morfologi kawah.

"Kondisi retakan tersebut perlu mendapat perhatian karena terdapat potensi perkembangan retakan yang dapat memicu longsoran ke arah Kawah I, terutama apabila terjadi gempa susulan atau hujan dengan intensitas tinggi," katanya.

Badan Geologi merinci retakan sepanjang 100 meter di Kawah I berada pada jarak sekitar enam meter dari bibir kawah dengan arah timur laut searah kemiringan lereng.

Selain di Kawah I, survei juga mendeteksi adanya longsoran material endapan lama ke arah dalam Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) yang sempat memicu suara gemuruh cukup keras dari puncak gunung.

Meski demikian, Lana memastikan status aktivitas vulkanik Gunung Kelimutu saat ini masih berada pada Level I (Normal).

Mempertimbangkan tingginya aktivitas wisatawan di gunung api tersebut, Badan Geologi mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak beraktivitas di sekitar area retakan Kawah I, khususnya pada radius 6-10 meter dari bibir kawah.

Badan Geologi juga meminta pemerintah daerah dan pengelola kawasan segera memasang garis pembatas bahaya, papan peringatan di Kawah I dan Kawah II, serta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Kelimutu di Kabupaten Ende dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung, Jawa Barat.

"Perlu dibuat tanda peringatan atau larangan khusus potensi bahaya longsoran di sekitar Kawah I Tiwu Ata Polo dan kawah II Tiwu Koofai Nuwamuri," katanya menegaskan.

Berita Terkait