Langsung ke konten
Bali Bali
News

Jonatan Christie Rebut Peringkat 1 Dunia, Padahal Kalah di 16 Besar Kejuaraan Dunia

Giostanovlatto
Jonatan Christie Rebut Peringkat 1 Dunia, Padahal Kalah di 16 Besar Kejuaraan Dunia

LambeTurahNews - Kadang jalan menuju puncak tidak selalu lewat kemenangan sendiri. Jonatan Christie baru saja membuktikannya, ia dipastikan naik ke peringkat satu dunia tunggal putra, meski langkahnya sendiri di Kejuaraan Dunia 2026 justru terhenti di babak 16 besar.

Kepastian ini datang setelah pesaing terdekatnya, Chou Tien Chen, gagal melaju ke final Kejuaraan Dunia BWF 2026. Chou takluk dari wakil Jepang, Kodai Naraoka, di semifinal Sabtu (22/8/2026), dengan skor 21-17, 11-21, 10-21.

Berkat Poin, Bukan Berkat Trofi

Berdasarkan perhitungan Badmintalk, Jonatan diperkirakan menutup periode perhitungan poin pasca Kejuaraan Dunia 2026 dengan total 87.631 poin, jumlah yang cukup untuk menempatkannya di puncak saat ranking BWF diperbarui Selasa (25/8/2026).

Menjelang turnamen, posisi Jonatan sebenarnya masih di peringkat ketiga dunia dengan 89.231 poin per 18 Agustus 2026, di bawah Shi Yu Qi dan Kunlavut Vitidsarn.

Para Pesaing Justru Tumbang Lebih Dulu

Di sinilah letak insight menarik dari cerita ini. Kejuaraan Dunia 2026 justru jadi ajang berguguran para pesaing utama Jonatan. Shi Yu Qi tersingkir di babak 64 besar, sementara Kunlavut Vitidsarn dan Anders Antonsen kandas di perempat final.

Artinya, meski Jonatan sendiri kalah lebih awal, kekalahan para rivalnya yang lebih signifikan justru membuka jalan baginya menuju posisi puncak. Sebuah situasi yang menunjukkan betapa dinamisnya sistem perhitungan ranking olahraga, di mana performa relatif terhadap pesaing kadang lebih menentukan dibanding hasil individu semata.

Penantian 26 Tahun Sejak Era Taufik Hidayat

Kenaikan peringkat ini membawa makna historis yang cukup besar. Jonatan jadi tunggal putra Indonesia pertama yang kembali menduduki peringkat satu dunia sejak era Taufik Hidayat, yang terakhir kali menempati puncak ranking pada 2000.

Artinya, Indonesia harus menunggu sekitar 26 tahun untuk kembali punya wakil di posisi teratas tunggal putra dunia, sebuah pencapaian yang cukup langka mengingat ketatnya persaingan bulu tangkis internasional selama lebih dari dua dekade terakhir.

Jonatan sendiri, yang kini berusia 28 tahun, sebelumnya mencatatkan posisi terbaik kariernya di peringkat kedua dunia pada Januari 2023. Menariknya, sepanjang 2026 ia belum meraih gelar juara sama sekali, dengan capaian terbaiknya musim ini adalah runner-up di India Open 2026 dan Indonesia Open 2026.

Fakta ini menegaskan satu hal, peringkat satu dunia yang akan diraih Jonatan bukan hasil dari musim penuh gelar juara, melainkan konsistensi tampil di level tinggi sepanjang tahun, ditambah momentum tepat saat para pesaingnya justru sedang mengalami masa sulit di turnamen besar.

Berita Terkait