Warga Korban Gempa Bisa "Ngutang" Sembako di Kios, Tagihannya Dibayar Pemprov NTT
LambeTurahBali - Bayangkan sedang kehilangan rumah karena gempa, tapi masih harus mikirin duit buat beli beras dan selimut. Untung, Pemprov NTT punya solusi yang cukup cerdik untuk memutus rantai kesulitan ini.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menerapkan skema khusus bagi warga terdampak gempa Flores, mengizinkan mereka mengambil makanan, minuman, tenda, dan selimut langsung dari kios terdekat, dengan pembayaran ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Bukan Sekadar Janji, Ada Payung Hukumnya
Kebijakan ini tidak sekadar wacana lisan. Skemanya tertuang resmi dalam Surat Edaran Gubernur NTT Nomor BU.300.2.1/04/BPBD/2026, dan diterapkan selama masa tanggap darurat untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi meski bantuan logistik belum sempat tiba.
Warga RT 12/RW 03, Kelurahan Faobata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, jadi salah satu wilayah yang langsung merasakan manfaat kebijakan ini, setelah rumah mereka rusak akibat gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Prinsipnya Sederhana, Tidak Boleh Ada yang Kelaparan Sambil Menunggu
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjelaskan filosofi di balik kebijakan ini. "Dalam masa tanggap darurat tidak boleh ada masyarakat yang kelaparan atau kekurangan kebutuhan dasar karena menunggu bantuan datang," ujarnya melalui siaran pers, Senin (24/8/2026).
Mekanismenya cukup praktis. Warga tinggal datang ke kios sekitar lokasi pengungsian dan mengambil barang yang dibutuhkan. "Nantinya kios akan mengajukan tagihan ke pemerintah untuk dibayarkan," tambah Laka Lena.
Di sinilah letak insight yang membuat kebijakan ini menarik. Alih-alih menunggu proses distribusi bantuan yang sering kali lambat dan berbelit, pemerintah justru memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, kios-kios lokal, sebagai jalur cepat penyaluran kebutuhan darurat.
Warga Terdampak: Terima Kasih, Sangat Terbantu
Maria Goreti Diwi, salah satu warga terdampak yang kini tinggal di tenda darurat, mengungkap rasa syukurnya. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah membantu kami, korban bencana gempa bumi dengan mengambil barang-barang sembako, tenda, dan selimut," terangnya.
Bagi Maria dan warga sekitarnya, kios yang sudah ditunjuk pemerintah menjadi solusi nyata untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa harus menunggu bantuan resmi tiba lebih dulu.
Pemilik Kios Ikut Untung, Warga Ikut Terbantu
Skema ini ternyata juga disambut positif oleh pihak kios sendiri. Sutini, pemilik Kios UD Mandiri Faobata, mengaku mendukung penuh kebijakan tersebut karena mempercepat proses bantuan sampai ke warga.
"Kami sebagai pemilik kios tentu mendukung kebijakan dari Bapak Gubernur NTT. Dengan kebijakan ini, masyarakat dapat dengan cepat mendapatkan bantuan sesuai kebutuhannya, barang yang diambil masyarakat nantinya diproses sesuai mekanisme yang ada," jelas Sutini.
Skema kolaborasi antara pemerintah dan kios lokal ini menunjukkan cara kreatif menangani situasi darurat pascabencana. Sambil menunggu distribusi bantuan logistik resmi yang biasanya butuh waktu, warga tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus menanggung beban finansial tambahan di tengah situasi yang sudah cukup berat.
Tag Terkait