Remaja 17 Tahun Bobol Rumah Korban Gempa Labuan Bajo, Emas dan Beras Raib
LambeTurahBali - Rumah yang ditinggal mengungsi karena gempa, ternyata bukan cuma jadi korban gempa itu sendiri. Rumah kosong itu juga jadi sasaran empuk pencurian, dan pelakunya masih remaja.
Rumah milik WB (29) di Sernaru, Labuan Bajo, Manggarai Barat, dibobol maling saat pemiliknya sedang mengungsi akibat gempa. Kehilangan yang dialami WB cukup lengkap, ponsel Vivo Y12 biru, perhiasan emas, dan 20 kilogram beras.
Pulang Kerja, Rumah Sudah Berantakan
Pencurian ini terungkap pada Selasa (18/8/2026) sore, saat WB baru saja kembali ke rumahnya di tengah gempa susulan yang masih mengguncang wilayah tersebut.
"Korban yang baru saja pulang bekerja mendapati kondisi rumahnya berantakan dengan bagian dinding dan jendela mengalami kerusakan akibat dicongkel benda tajam," kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, Minggu (23/8/2026) malam.
Polisi Tangkap Pelaku dalam 4 Hari
WB langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Manggarai Barat. Tim Unit Reaksi Cepat Resmob Komodo bergerak cepat, dan berhasil menangkap terduga pelaku berinisial ASJ (17) pada 22 Agustus, hanya empat hari setelah laporan masuk.
Dari penangkapan tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti, ponsel korban yang sudah di-format ulang, obeng yang dipakai untuk membongkar dinding dan jendela, ember tempat beras, hingga motor Honda Vario hitam yang dipakai pelaku menjalankan aksinya.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, kami berhasil melacak dan langsung mengamankan pelaku beserta barang buktinya," ujar Lufthi.
Manfaatkan Kelengahan Warga yang Mengungsi
Modus pelaku ternyata cukup memanfaatkan situasi darurat pascagempa. Lufthi menjelaskan, ASJ memanfaatkan momen ketika warga sedang beraktivitas di luar atau mengungsi akibat dampak gempa.
"Modus operandi yang digunakan adalah membongkar paksa dinding dan jendela rumah kosong menggunakan obeng," jelas Lufthi.
Emas Sudah Dilebur, Beras Sudah Terjual di Pasar
ASJ mengakui seluruh perbuatannya dan mengaku beraksi seorang diri. Sayangnya, barang curian sudah sempat berpindah tangan sebelum pelaku tertangkap. Emas hasil curian sudah dijual dan dilebur di salah satu toko emas, sementara beras curian sudah dijual ke Pasar Wae Kesambi.
Karena status pelaku yang masih di bawah umur, seluruh proses hukum selanjutnya akan mengacu pada regulasi khusus perlindungan anak. Polisi saat ini masih melacak keberadaan barang bukti lain dari lokasi kejadian, sembari memastikan kasus ini jadi pengingat bagi warga yang rumahnya kosong akibat mengungsi, untuk tetap waspada terhadap potensi pencurian di tengah situasi darurat bencana.
Tag Terkait