Langsung ke konten
Bali Bali
News

Untung Santri Lagi Libur, Asrama NW Anjani Lombok Timur Terbakar Rugi Rp 1,32 Miliar

Giostanovlatto
Untung Santri Lagi Libur, Asrama NW Anjani Lombok Timur Terbakar Rugi Rp 1,32 Miliar

LambeTurahBali - Bayangkan kalau kebakaran ini terjadi seminggu lebih awal, saat ratusan santri masih tidur nyenyak di asrama. Untungnya, timing yang cukup tidak terduga ini justru menyelamatkan banyak nyawa.

Asrama santri Madrasah Aliyah Mu'allimin Nahdlatul Wathan (NW) Anjani, Lombok Timur, terbakar Minggu (23/8/2026) malam, diduga akibat korsleting listrik. Kerugian materiel dari kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp 1,32 miliar.

Empat Ruangan Ludes, Termasuk Lab Komputer

Kepala MA Mu'allimin NW Anjani, Wildan Ansori, menjelaskan total ada empat lokal yang terbakar dalam insiden ini. "Yang terbakar tadi malam itu empat lokal. Ada tiga ruang asrama dan satu ruang lab komputer," terang Wildan, Senin (24/8/2026).

Kerugian terbesar justru bukan dari perabotan santri, melainkan dari kerusakan bangunan yang cukup parah, ditambah puluhan perangkat komputer di ruang laboratorium yang ikut hangus.

"Totalnya sekitar Rp 1,32 miliar, terutama pada bagian bangunan yang rusak berat," terangnya.

Santri Kebetulan Sedang Libur, Tidak Ada Korban Jiwa

Ini bagian yang paling patut disyukuri dari kejadian ini. Saat kebakaran terjadi, asrama dalam kondisi kosong karena para santri sedang menjalani masa libur.

"Santri kebetulan sedang libur. Mungkin besok hari Selasa sore rencana akan masuk, tapi dengan kejadian ini kami tunda sampai hari Jumat sore baru mereka balik. Kami telah menyiapkan ruangan sementara bagi santri," ucap Wildan.

Kalau dipikir-pikir, jadwal libur yang kebetulan bertepatan dengan waktu kebakaran ini jadi faktor penyelamat utama. Tanpa itu, skenarionya bisa jauh lebih buruk mengingat kebakaran terjadi malam hari, waktu yang biasanya jadi jam tidur bagi para santri.

Diduga Murni Korsleting, Bukan Kesengajaan

Soal penyebab kebakaran, Wildan memastikan ini murni insiden kelistrikan, bukan tindakan yang disengaja pihak mana pun.

"Kami menduga ini murni korsleting listrik atau arus pendek. Tidak ada pihak yang kami duga atau kami tuduh ini murni musibah," pungkasnya.

Kebakaran ini sendiri terjadi di komplek Ponpes NW Anjani sekitar pukul 21.20 Wita, dan berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar tanpa ada korban jiwa maupun luka.

Dengan kerugian mencapai lebih dari satu miliar rupiah dan penundaan masuk santri hingga Jumat, pihak sekolah kini fokus menyiapkan ruangan sementara sambil menunggu proses pemulihan fasilitas yang terbakar.

Berita Terkait