Langsung ke konten
Bali Bali
News

Menunggu Sejak Pagi, Batal Ketemu Khofifah, Pengungsi Manggarai Timur Bakar Tenda BNPB

Giostanovlatto
Menunggu Sejak Pagi, Batal Ketemu Khofifah, Pengungsi Manggarai Timur Bakar Tenda BNPB

LambeTurahBali - Kadang kekecewaan yang menumpuk bisa meledak jadi tindakan yang tidak terkendali. Itulah yang terjadi di Kampung Tengku Leda, Manggarai Timur, ketika warga yang sudah menunggu berjam-jam justru harus pulang dengan tangan kosong.

Pengungsi korban gempa di kampung tersebut membakar sejumlah tenda darurat bantuan BNPB, Senin (24/8/2026). Pemicunya sederhana tapi menyakitkan, mereka batal ditemui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sedang berkunjung ke Manggarai Timur.

Khofifah Cuma Sempat ke Satu Kampung, Bukan Dua

Rencana awal kunjungan Khofifah sebenarnya mencakup dua lokasi, Kampung Lamba Keli dan Tengku Leda, yang berjarak sekitar satu kilometer. Tapi yang terjadi di lapangan, Khofifah hanya sempat menemui warga di Kampung Lamba Keli.

Video warga membakar tenda ini kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tenda dibakar di tengah lapangan, disaksikan ratusan warga yang berkumpul di sekitarnya.

"Bakar," teriak seorang warga dalam video tersebut.

Kemarahan yang Sudah Menumpuk Sejak Pagi

Kekecewaan warga bukan cuma soal batal bertemu pejabat. Ada rasa lelah menunggu yang sudah dipendam sejak pagi, ditambah kondisi mereka yang masih serba terbatas pascabencana.

"Kami kecewa diadu sana sini," kata seorang pria dalam video.

Pria lainnya melampiaskan kegusarannya dengan lebih emosional. "Kasihan kami punya istri, kami punya anak bayi. Sudah dari pagi tunggu di sini. Apa yang kami dapat, begini kah pak? Jangan bikin kami susah," cecarnya.

Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari berita semacam ini. Ini bukan sekadar soal kunjungan pejabat yang gagal, tapi soal harapan warga yang sudah dalam kondisi rentan pascagempa, merasa diabaikan di tengah situasi yang sudah cukup berat.

Camat Benarkan Ada Dua Tenda yang Dibakar

Camat Lamba Leda, Vitalis Edmundus Buru Lana, membenarkan insiden ini. Menurutnya, ada dua tenda bantuan BNPB yang jadi sasaran amukan warga.

"Yang saya tahu tenda yang dibakar. Tenda yang dari kabupaten, tenda keluarga dari BNPB. Itu yang kami sayangkan," kata Vitalis.

Ia membenarkan bahwa pemicu utama insiden ini memang kekecewaan warga karena tidak sempat ditemui Khofifah.

Waktu Kunjungan Habis di Lokasi Pertama

Vitalis menjelaskan, rencana awal alokasi waktu kunjungan Khofifah sebenarnya satu jam total, dengan pembagian 30 menit di masing-masing kampung. Tapi realitanya, seluruh waktu justru habis terpakai di Kampung Lamba Keli.

"Kita terlalu lama di Lamba Keli tadi, waktu terpotong banyak di Lamba Keli terus tidak sempat mampir ke Tengku Leda. Jadi itu ungkapan kekecewaan dari warga, mereka tidak ketemu dengan ibu gub, itu ungkapan kekecewaan," jelas Vitalis.

Setelah waktunya habis di lokasi pertama, Khofifah melanjutkan agenda kunjungannya ke tempat lain, termasuk meninjau puskesmas setempat.

Situasi Sudah Kondusif Usai Klarifikasi

Vitalis bersama aparat keamanan langsung turun tangan menemui warga Tengku Leda untuk menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi.

"Sudah klarifikasi tadi dan sudah kondusif, langsung tenang," tandasnya.

Insiden ini jadi pengingat penting bagi setiap kunjungan pejabat ke lokasi bencana, manajemen waktu dan ekspektasi warga sama pentingnya dengan bantuan logistik itu sendiri. Ketika warga yang sudah menderita akibat bencana merasa harapan sederhana mereka pun tidak terpenuhi, dampaknya bisa jauh lebih besar dari sekadar kekecewaan biasa.

Berita Terkait