Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 103 Jiwa, Mayoritas Lansia
LambeTurahBali - Sepuluh hari sudah berlalu sejak gempa mengguncang NTT, tapi angka korban masih terus bertambah. Hari ini, catatannya kembali naik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa NTT kini mencapai 103 jiwa, bertambah tiga orang dibandingkan data sehari sebelumnya.
"Ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami," kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers, Selasa (25/8/2026).
Yang jarang disadari publik, angka korban dari bencana besar seperti ini jarang final dalam hitungan hari, proses pendataan bisa terus berjalan berminggu-minggu setelah kejadian utama, seiring laporan dari wilayah terpencil yang baru terjangkau.
Sebaran korban meninggal terkonsentrasi di tujuh kabupaten, dengan Kabupaten Manggarai mencatat angka tertinggi, 41 jiwa. Disusul Manggarai Timur dengan 34 jiwa, Nagekeo 13 jiwa, Sikka 6 jiwa, Ngada 5 jiwa, Ende 3 jiwa, dan Manggarai Barat 1 jiwa.
Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari data korban semacam ini. Manggarai dan Manggarai Timur bersama-sama menyumbang 75 dari total 103 korban meninggal, artinya tiga perempat dari seluruh korban jiwa terpusat hanya di dua kabupaten saja.
Data demografis korban juga mengungkap pola yang penting dicermati. Sebanyak 55 persen korban meninggal adalah perempuan, sementara dari sisi usia, 45 persen merupakan lansia, jauh lebih tinggi dibanding kelompok usia lainnya.
Artinya, lansia dan perempuan menjadi kelompok yang paling rentan menghadapi dampak fatal gempa ini, kemungkinan besar terkait keterbatasan mobilitas saat harus menyelamatkan diri secara cepat.
Selain korban jiwa, jumlah warga luka-luka juga terus bertambah, kini mencapai 1.666 orang, naik dari 1.603 orang sehari sebelumnya. Manggarai Timur kembali menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, 239 orang luka berat dan 404 orang luka ringan.
Berton menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana ini, sekaligus menegaskan bahwa proses pendataan masih terus berjalan seiring masuknya laporan dari berbagai wilayah terdampak.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA ini kini genap berusia sepuluh hari, namun dampaknya masih terus tercatat bertambah setiap harinya.
Tag Terkait