Revaldo Positif Narkoba dan Psikotropika, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi
LambeTurahBali - Aktor Revaldo Fifaldi dinyatakan positif mengonsumsi narkotika sekaligus psikotropika, berdasarkan hasil tes urine usai penangkapannya di sebuah apartemen kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan.
"Hasil tes urine pelaku tersebut positif narkotika dan psikotropika," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi, Selasa (25/8/2026).
Penangkapan berlangsung Senin (24/8) sore, pukul 17.30 WIB, berbekal informasi masyarakat soal dugaan penyalahgunaan narkotika yang dilakukan Revaldo.
Yang bikin kasus ini terasa lebih serius dari penangkapan-penangkapan sebelumnya adalah jumlah dan variasi barang bukti yang ditemukan polisi.
Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan tiga plastik klip bekas sabu, dua korek, tiga pipet, tiga bong, setengah butir alprazolam, setengah butir sanax, dua kotak penyimpanan, hingga ponsel milik Revaldo yang ditemukan tersembunyi di rak sepatu.
Di sinilah letak konteks yang sering hilang dari sekadar angka barang bukti. Alprazolam dan sanax merupakan obat golongan psikotropika yang biasa diresepkan untuk gangguan kecemasan, artinya Revaldo tidak cuma mengonsumsi sabu, tapi juga zat penenang yang seharusnya berada di bawah pengawasan medis ketat.
"Kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Sat Narkoba Polres Jakarta Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Nasriadi.
Yang jarang disadari publik, kombinasi sabu dengan obat penenang semacam ini kerap dikaitkan dengan pola penyalahgunaan yang lebih kompleks, bukan sekadar penggunaan sesekali.
Rekam jejak Revaldo dengan kasus narkoba sendiri sudah terentang hampir dua dekade. Penangkapan pertamanya terjadi pada 2006 atas kepemilikan sabu, dengan vonis 2 tahun penjara. Empat tahun berselang, ia kembali ditangkap pada 2010, kali ini dengan barang bukti 62 gram sabu.
Tahun 2023, Revaldo kembali berurusan dengan Polda Metro Jaya, menjadikan penangkapan kali ini sebagai yang keempat dalam catatan hidupnya, atau seperti disebut sejumlah pihak, "hattrick" yang berlanjut.
Publik kini menanti proses hukum lebih lanjut, sekaligus mempertanyakan apakah kombinasi barang bukti kali ini akan membawa konsekuensi hukum yang lebih berat dibanding penangkapan-penangkapan sebelumnya.
Tag Terkait